Liburan pendek ke Bali… overall sangat menyenangkan. Anak anak dah makin besar jadi sudah bisa menikmati yang namanya liburan. Mereka sudah merasakan bahwa liburan menjadi kebutuhan mereka untuk recharge diri… having fun… tau yang mereka inginkan… tidak merengek… dan well prepare dengan agenda.

Kali ini masih dengan tujuan tujuan wisata Bali yang umum… Bali tetaplah Bali… walaupun umum tempat yang dituju selalu memberikan kesan dihati.
Uniknya … Nadjwa said kalau dia betah di Bali… feel Homey . And she hope dia bisa tinggal di Bali. Aamiin ya nak… semoga keinginanmu terwujud. Hidup bahagia dan tinggal di Bali.

Here we are… our short trip @Bali



Landing di Bandara Ngurah Rai on schedule…  After pick up bagasi kita mampir ke Burger King… Ini dah jadi iming iming saya ke mereka… cause di Jogja belum ada outlet makanan ini.
Dari Jogja blom sarapan… jadi mereka lahap banget makannya. They looked so happy. Dah lama gak plesir dengan anak-anak… tahun ini jadi waktu yang pas buat refreshing.. lebaran baru saja lewat, Nadjwa pas liburan sekolah… sedangkan Galo sudah lulus high school dan tinggal nunggu pengumuman penerimaan mahasiswa.

Hari ini after had lunch agenda kita ke Pantai Pandawa. Galo said… never failed @pandawabeach buat foto foto… Laut dan Langitnya kompak memberikan pemandangan yang sangat indah… awesome scenary.

Eiittss lupa sebelum ke Pandawa tadi mampir ke Joger.. Tapi anak anak gak minat.. dah bosen dengan kaos kata kata.. so kita nongkrong aja disamping Joger makan ice cream dan beli salak Bali. Hhmmmm… pas dapat salak yang enaaaak banget… manis dan asamnya juaraaa…. Anak-anak suka.. mommynya lebih suka… nyamm…nyammm… dan tiba-tiba ada gerombolan anak anak kecil kurang dari lima tahunan datang mendekat.. dengan malu malu mereka bicara nyaris berbisik… “ibu.. minta salaknya..” hahaha saya tertawa sambil memberikan satu persatu buah khas bali ini ke tangan mungil mereka. Mungkin anak-anak ini ikutan ngeces ya liat kita bertiga lahap makannya. Tak berapa lama seorang ibu mendekat .. tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Saya mengangguk dan melambaikan tangan ke arah anak anak yang digiring menyeberang jalan menjauhi kami.

Galo tertawa… ‘ kirain minta uang… kok mintanya salak…’

Saya tertawa… ‘ salak disini mahal, sekilo 50rb..’

‘….. whaaatttss…’ mata Galo melotot

‘… pantesan enak….’ Seringai Nadjwa.












Malam harinya anak anak minta ke BeachWalk. Ya udah naik GoCar.. meluncurlah kita ke Kuta .

Lokasi  mall terletak di Jalan Pantai Kuta, letaknya strategis dan lengkap brand lokal maupun internasional . Berbeda dengan konsep mall pada umumnya, mall ini memiliki disain unik dengan udara terbuka, toko toko dibentuk melingkar dan ditengahnya  ada air mancur, panggung utama untuk perform, terdapat banyak tanaman tropis dan alang alang serta taman gantung berpagarkan kaca transparan… konsep modern yang ngeblend dgn tradisi Bali.

Bali memang unik.. seluruh aspek kehidupan saling mendukung.. orang orangnya begitu open dan mereka paham bahwa pulau tempat mereka tinggal adalah tujuan banyak wisatawan. Harmonisasi yang membuat Bali begitu banyak disukai.

Next day… setelah breakfast .. sambil nunggu kendaraan siap … nebeng poolsidenya B Hotel buat take foto dikit… hehehehe… makhlum gabut.


Tanjung Benoa

Dah hafal khan ya kalau ke watersport kudu bawa baju ganti… buat yang mau basah basahan siih… kalau mommy khan Cuma tukang foto dan tukang bayar.. jadi kering keringan ajalah… hehehehe

To be continued... 
Nadjwa… mommy berharap kalimat diatas selalu kamu pegang kemana dan dimanapun nak.
Yakin dan percayalah bahwa hasil tidak akan mengkhianati usaha.
Berusahalah semaksimal mungkin dan kerja cerdas maka hasil yang akan kamu dapatkan juga akan maksimal dan tidak akan mengkhianati usahamu.
Mommy bangga dengan usaha adek beberapa minggu ini… bangga dengan besarnya progress yang kamu dapatkan .




 Hanya doa yang bisa mommy panjatkan kepadaNya untuk mengiringi jerih payahmu.
Ketika kata “ aku ingin juara lomba Story Telling “ terucap dari bibir mungilmu, Mommy begitu trenyuh… kamu mau bangkit untuk membuktikan bahwa kamu mau berjuang untuk lebih berprestasi lagi.


Satu minggu kemarin kita sama sama berusaha ya Nadj…  berusaha dalam kapasitas masing masing.

Nadjwa latihan memerankan lakon Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang sesuai tema yang kamu pilih untuk lomba story telling, dibantu oleh Mbak Gilang, mahasiswa jurusan Bahasa Inggris UNY yang sangat baik mendampingimu latihan. Latihan yang intensif karena kamu hanya punya waktu kurang dari seminggu .


Tugas mommy kemarin meminta perpanjangan pendaftaranmu ke penyelenggara lomba karena ternyata sekolahmu ‘lupa’ belum mendaftarkan muridnya sampai hari terakhir pendaftaran ditutup.

Agak ngeselin juga ya Nadj… menugaskan muridnya untuk latihan persiapan lomba tapi tidak didaftarkan hanya dengan alasan tidak ada dana ( biaya pendaftaran Rp. 15.000/murid) dan lomba yang diselenggarakan bukan oleh Diknas sehingga bila menang tidak akan mendapat point prestasi.

Haduh… kok seperti ini mindset pengajar di sekolahmu ya… Begitu tinggi standar yang dipatok. Maunya hanya mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh Diknas, tapi tanpa handle muridnya, tanpa memberikan pengarahan bahkan pendampingan.


Tapi semua kesulitan diatas adalah ujian nak…  jika kamu mampu melaluinya , maka jalan lebar akan terbentang sehingga langkahmu akan lebih lenggang.

“Guru pendampingnya siapa dik..?” tanya panitia lomba ketika pagi itu kita registrasi.
Dengan suara lirih dan tawa kecil kamu menyebut “mommy”. Dan kakak kakak SMA juga tertawa sambil mengangguk ke arah mommy dan meminta mommy utk mengisi nama dan tanda tangan.
Langkah selanjutnya adalah mengambil nomer undian. Dan ahaaiiii…. Angka 01 memilih untuk tersemat didada kirimu.

“ I’m so nervous ….” Ucapmu sembari melendot ke bahu mommy.

Ya Nadj… siapa sih yang gak nervous tampil pertama untuk sebuah lomba yang baru pertama kali kamu ikuti . Seingat saya ketika dibangku sekolah dasar Nadjwa pernah mengikuti lomba presentasi tapi belum mendapatkan juara dan ketika di TK mengikuti lomba Kartinian mendapatkan juara pertama. Dan sekarang di tingkat SMP terpacu kembali untuk mengikuti kompetisi.

Tak ada kata lain selain bangga dan bersyukur ketika akhirnya dengan lancar kamu maju untuk tampil dihadapan Juri, peserta lomba lain yang berjumlah sekitar 30 dan tamu undangan.

video


Penampilanmu mendapat pujian dari Juri, pronunciation bagus, alur cerita bagus, diakhir cerita memberikan pesan moral yang jelas dan kamu dipuji kreatif utk atribut yang dipakai dan cara penggunaannya.


video


Alhamdullilah ya Allah… usaha dan kerja kerasmu memberikan hasil yang sangat bagus. Kekhawatiran dan kecemasan tak ada sedikitpun ketika kamu tampil. Seluruh cerita kamu sampaikan mengalir tanpa keliru.

Penampilan peserta lain juga tak kalah bagusnya.. murid murid SMP yang pintar berbahasa inggris, dengan ragam kreatifitas mereka dalam memerankan tokoh cerita yang dipilih.
Kompetisi yang lumayan panjang dari pagi hingga sore, diselingi istirahat makan dan sholat.

Dan ucapan syukur kembali terucap ketika sekolah Nadjwa disebut sebagai juara 3, Alhamdullilah ya nak, Selamat anakku Nadjwa. Semoga hasil awal yang baik ini menjadi pintu pembuka untuk prestasi yang lebih baik lagi dimasa depan.
Juju ulang tahun ke 14 tahun ini…. Yeeaaa… Happy Birthday anakku sayang.
Kok … Juju… ???
Ternyata Juju adalah panggilan kesayangan untuk Nadjwa dari sahabat sahabatnya.
Ulang tahun Juju meriah dirayakan oleh teman temannya… mereka memberi surprised dihari minggu kemarin, sehari setelah hari ulang tahunnya, 11 Februari.

Nadjwa sama sekali tidak mengira teman temannya datang pagi itu.
Saya sihh sudah tau karena sebelumnya sudah diminta ijin oleh Fika, salah satu sahabat Nadjwa. Fika minta waktu sekitar pukul 10.00 wib , agar tidak ada acara keluar rumah.

Dan Nadjwa terlihat kaget melihat teman temannya masuk ke dalam kamar sambil membawa tart dengan lilin menyala, buket bunga, boneka bear warna pink dan sebuah bingkisan kado .. Oooww masih ada lagi… jejeran 4 huruf  nama panggilannya berwarna gold.

Dan berkaca kaca harulah mata Nadjwa.



Memperingati ulang tahun anak, suka cita memang semakin terasa mengingat perjuangan kita para orang tua dalam memberikan kehidupan yang terbaik bagi anak. Tak habis  saya ucapkan rasa syukur, berharap  dengan bertambah usia, menjadikan pribadinya lebih baik, diberikan kesehatan dan diberikan umur yang panjang.

14 tahun lalu, mengingatkan kembali saat detik detik bahagia menanti lahirnya anak kedua saya. Nadjwa lahir melalui proses normal dengan bantuan seorang dokter kandungan yang buka klinik bersalin didekat rumah, Klinik Mawar ( mawadah warohmah) milik Dr. Risanto, Sp.K.
Saya ingat pagi itu Nadjwa lahir diiringi gema suara takbir Idul Adha. Nadjwa lahir dengan berat 3,4 kg dan panjang 52 cm. Tangisnya nyaring memenuhi ruang bersalin. Tak kuasa air mata saya meleleh ketika tubuh mungilnya diletakan di dada saya. Kala itu saya menjalani proses persalinan sendiri karena ayahnya masih di Jakarta. Bercampur aduk rasa antara bahagia dan juga sedih. Tapi alhamdullilah segalanya lancar, ibu dan anak sehat tak kurang apapun.



Dan kini… Nadjwa tumbuh menjadi gadis yang cantik, sopan dan  cerdas . Saya sangat bersyukur dengan kelebihan Nadjwa. Prestasi akademiknya sangat bagus. Sejak SD hingga sekarang kelas 8 SMP selalu juara kelas. Nadjwa adalah pribadi yang pendiam, punya teman-teman akrab perempuan dan laki laki sangat saya syukuri. Alhamdullilah… anak anak tumbuh menjadi anak yg berkepribadian menyenangkan sehingga punya banyak teman baik.
Nadjwa anak yang luar biasa. Anak perempuan yang sanggup berdiri dikaki sendiri menapaki hari hari kehidupannya dengan keberanian yang luar biasa. “ aku adalah anak broken home, kadang aku punya masalah, but I’m fine “ itu adalah kata-kata yang beberapa kali saya dengar dari bibir mungilnya. Kata kata bak cambuk pilu yg menghantam hati nurani saya sebagai seorang ibu. Yaa… Nadjwa terpaksa harus kehilangan kasih sayang ayahnya ketika umurnya masih 8 th.


Terkadang saya tergugu pilu bila malam hari masuk ke kamar anak-anak… melihat tubuh kurus Nadjwa yang meringkuk didalam selimut. Tubuh kecilnya telah ikut menanggung beban ketidak becusan kedua orang tuanya dalam membina rumah tangga, membina keluarga yang harmonis utk anak-anaknya.
“ mom… it’s okey. Nadjwa masih punya mommy…..” ucapnya satu saat…dengan wajah senyum dan pelukan erat dilengan saya.
... terasa ada yg menyekat di kerongkongan. Tak kuasa air mata saya meleleh.







Ya Allah Ya Karim ..luruh air mata saya..

Karuniakanlah kepada anak-anak kami akhlak yang mulia dan ilmu yang bermanfaat .. hingga kemuliaan itu yang akan menuntun mereka dalam menghadapi baik buruknya kehidupan ini.

Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim....

Jadikanlah anak-anak kami, anak yang soleh dan solehah, anak-anak yang berbakti pada orang tuanya, mencintai Rosul, dan taat kepada-Mu.
Ya Allah Yang Maha Pencipta....

Karuniakanlah kepada anak-anak kami kesehatan, kecerdasan, dan pertumbuhan fisik yang sempurna.

Ya Allah Yang Maha Pelindung.....

Lindungilah anak-anak kami dari segala macam penyakit dan musibah.
Ya Allah Ya Razaaq....
Bukakanlah pintu-pintu rizki bagi anak-anak kami, baik rizki yang sudah kami duga maupun rizki yang tidak kami duga.

Ya Allah Ya Qadir....

Panjangkan usia anak-anak kami dan jadikanlah anak-anak kami manusia yang penuh manfaat bagi sebanyak-banyak umat dikemudian hari kelak....

Aaamiiin...
1 Desember datang kembali… hari ulang tahun saya. Semakin berumur… hahahaha… hindari kata ‘tua’.. hehehehe.

Pagi  awal desember yang harus berbeda karena sekecil apapun pengaruh hari kelahiran dibanding 364 hari lainnya pastilah ada. Setidaknya begitu menyalakan HP beberapa chat dari teman yang masih mengingat hari lahir saya tampil dilayar notifikasi. Tapi yang paling menyedihkan adalah tingkah anak-anak yang ‘lupa’ birthday saying sampai menjelang mereka akan berangkat sekolah. Dan saya dibuat menangis dengan hal itu. Orang lain boleh lupa tapi anak sendiri..??!!! … sedih parah… L

Dan mereka berdua kompak bernyanyi happy birthday dan berebut mencium pipi saya ketika melihat saya ngusap ngusap air mata ketika keluar dari toilet… hahahaha… Padahal yaa… itu air saja karena cuci muka…weeekkkssss…. J

“ Nadjwa takut mami tambah sedih karena kita cuekiiinnnn….” Galo terpingkal melihat saya sibuk mengusap airmata (nah yg ini beneran) yg mengucur.

“sebenarnya mau kita cuekin sampai nanti sore…” imbuh Nadjwa sambil tersenyum-senyum.

Hiksss…saya tertawa… dan memeluk 2 anak gadis saya dengan erat.

Dan surprised kedua diberikan teman teman asisten mahasiswa di kampus… terharu luar biasa dengan perhatian dan wujud sayang mereka. Sungguh saya merasa bahagia dengan kebaikan mereka. Ada kue tart yang dikelilingi lilin menyala dan mereka melantunkan lagu happy birthday. Terima kasih ya Allah… semoga Engkau membalas berlipat kebaikan mereka.



Dian,  student asisten office saya yang begitu baik membuat kejutan itu. Teman teman rela menunggu kedatangan saya balik lagi ke kantor setelah jemput Nadjwa dari sekolah. Padahal saya baru balik kantor sore an karena mengajak anak-anak makan siang terlebih dahulu.






Terima kasih ya Allah… atas umur yang Engkau berikan. Tahun yang lalu adalah tahun yang baik, dan tahun yang akan berjalan semoga adalah tahun yang jauh lebih baik. Bismillah semoga saya bisa memandang kehidupan dengan lebih bijak. Mengigatkan saya untuk menjalani tahun-tahun yang tersisa dengan penuh kebahagiaan. Menjadi hambaMU yang terus menambah kadar iman dan akhlak. Semoga ada banyak keajaiban yang tersedia di tahun depan… keajaiban yang benar atas ridhoMu dan membawa kebahagiaan. Aamiin ya Robb…

Galo 18 tahun bulan ini.



Gusti Allah… matur nuwun dengan semua anugerah ini… Engkau beri kami kesehatan dan umur panjang . Tak kuasa air mata mengambang dipelupuk mata .. disela kesibukan saya menyiapkan bekal sekolah pagi itu tanggal 1 November 2016. Pagi yang sunyi.. pagi yang terasa sepi namun tentram. Angin sejuk berhembus dari sela pintu dan jendela yg terkuak… membawa wangi bunga wijaya kusuma yang bermekaran semalam di tiang serambi lantai 2.


Saya hirup keindahan pagi itu… memenuhi rongga dada saya dengan sebanyak banyak udara segar nan wangi.

Setiap moment hari lahir anak-anak.. ada rasa haru yang menyesakkan dada. Moment bahagia yang telah beberapa tahun ini dilalui tanpa kehadiran ayahnya. Serasa ada yang tidak lengkap. Tanpa Galo dan Nadjwa ucapkan pastilah salah satu keinginan adalah ayahnya mengingat  dan datang untuk ulang tahun mereka , tapi telah sekian tahun keinginan mereka tak terwujud. Dan saya juga tak mampu melakukan hal apapun untuk mewujudkan keinginan mereka selain berharap dalam doa.

Jam dinding menunjuk angka 05.00 wib. Satu masakan sudah selesai saya buat. Buru buru saya menuruni tangga menuju ruang makan. Tangan saya bergegas mengeluarkan kue tart dari dalam almari pendingin milik ibu dilantai 1..hehehe di sembunyikan dulu agar Galo tidak tahu, menyalakan lilin dan kembali bergegas menuju kamar anak-anak. Saya ingin memberi sedikit surprise untuk anak sulung yang tengah ulang tahun.

Ketika hendak membuka pintu, saat yang bersamaan Galo lebih dulu menarik gagang pintu.. dan yang terjadi sama sama seruan kaget. Adik yang tengah menggeliat dari tidurnya ikut kaget. Dan tawa kami berderai mewarnai pagi itu.

“ Happy birthday ya sayang…” ucap saya sambil mengecup pipi Galo.
Galo tertawa

“ makasih mami… “ balasnya sambil mencium pipi saya

“ tiup lilinnya…. Make a wish….” Sahut Nadjwa dari atas bed.

Galo lantas memejamkan mata. Tak berapa lama nyala api diatas lilin angka 18nya padam karna tiupannya.



“ dipotong nanti sore saja yaa… sekarang subuhan dulu giih dah kesiangan banget niihhh…” . Galo tersipu dan segera bergegas ke kamar mandi.
Dan saya segera melanjutkan acara membuat lauk untuk bekal , melengkapi sayur yg telah selesai dimasak.



Sore harinya Galo kembali mendapat surprised dari sahabat sahabatnya. Mereka membawa kue ulang tahun dan bernyanyi Happy Birthday sembari menaiki tangga menuju kamar Galo. Galo yang sedang sibuk bercengkerama dengan Farah terlihat kaget mendapati teman-teman datang membawa kejutan, riuh jerit tawa terdengar juga ucapan panjang umur diiringi doa dari sahabat sahabatnya.

Kejutan semakin lengkap ketika Galo mendapat bingkisan pizza dari pakdhenya…. Hehehe… Makasih ya pakdhe Munawar… surprised buat Galo beneran lengkap.


Selamat ulang tahun yang ke 18 anakku. Bahagia selalu ya Gal..



Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim.... Sujud syukur atas semua nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami. Jadikanlah kami.. hamba yang selalu berbakti dan taat kepada-Mu.
Ngumpulin emak emak buat sekedar makan siang bareng ternyata gak gampang… terlebih kalau one of my besty masih punya anak umur 5 tahun.. dan kembar lagi. Tapi itulah salah satu keseruan had lunch dengan mereka. Dolan, makan, momomg, happy happy…. :D

Maka siang itu meluncurlah kami ber 7, saya, Utiek, Arum, Lina , Ariek dan si kembar Alena & Tara menuju  Kasongan Bantul , tepatnya ke Blue Steps Villa & Resto di Jl Bulevar RT 07, Karangjati, Bangunjiwo, Kasihan Bantul sekitar 2 km ke arah barat setelah Desa Wisata Kasongan.

Sempat kesasar kebablasan karena semua mata fokus mencari petunjuk berupa patung kuda, dan melewatkan little sign berwarna biru di pinggir jalan yang bertulis blue steps dengan anak panah ke arah kiri. Dan kami semua hanya bisa tertawa ngakak karena tak pernah menemukan patung kuda.. usut punya usut bukan patung kuda yang disampaikan pemberi info.. tetapi patung garuda…huahahahaha… jauh ya mak bedanya..

Tempo hari seorang teman cerita kalau ada sebuah tempat makan yang lagi happening di Bantul. Dari ceritanyanya tempat dan makanannya cukup rekomended.

Baeklah…

Dan here we are … just landed


Sepi… hanya ada sebuah mobil camry hitam yang terparkir sebelum kami datang. Masuk melalui pintu depan , langsung disambut tangga warna biru yang menjadi icon dan nama resto, tempat makan dengan meja dan kursi yang cozy berikut pemandangan sawah terbentang  menawan.

Tara langsung antusias ketika melihat kolam renang disamping resto, dengan kecepatan tingkat tinggi tangannya menarik rok saya minta ditemani ke kolam. Dan saya tergopoh gopoh mengikuti langkah kakinya yg gesit meloncati batuan dan tangga.

Tak ketinggalan emak emaknya segera mengeluarkan senjata ampuh. Tongsis… :D







Sambil menunggu pesanan makanan diantar ke meja.. sebaik baiknya dimanfaatkan untuk berfoto bersama mengitari area restaurant yang ditata apik.

Sambil menikmati Pizza garing yang lezat, club sandwitch, Bitterballen dan seteguk ice lemon tea , siang ini terasa begitu istimewa. Bercanda, bercerita bersama sahabat sahabat dekat dan menikmatinya pemandangan indah.


Just good friends, good food, and good laughs. Our friendships are meaningful.


Untuk info lengkap kunjungi web BlueSteps Villa & Resto
Jalan jalan masih berlanjut …

Tujuan kami berikutnya adalah mejeng cantik di Presidential Office Building atau Istana negara presiden Taiwan. Gedung yang terletak di Zhongzheng disctrict Taipei city ini punya best spot yang biasa dipergunakan turis untuk foto diseberangnya. Jadi kepikiran kalau iconnya kota jogja yaitu Tugu Jogja juga punya spot foto…hehehe. Secara struktur bangunan, hampir mirip istana negara pada umumnya berupa blok-blok yang memisahkan antara suatu bangunan dengan bangunan lainnya. Warna yang dilihat dari kejauhan adalah merah tua bercampur dengan putih. Tower utama yang menjulang tinggi menjadi ciri khas bangunan ini.





Sambil lalu Mr. Yellow bercerita dengan bahasa inggris campur bahasa tubuh tentang sejarah istana negara tersebut, diceritakan kalau Arsitektur Presidential Office Building sangat kental dengan nuansa Eropa. Istana kepresidenan ini didesain oleh arsitek Jepang pada masa Perang Dunia ke II ketika Jepang menjajah Taiwan. Bangunan Istana juga menghadap ke timur untuk menyongsong datangnya matahari, sesuai dengan nilai-nilai budaya Jepang. Pada tahun 1998, Presidential Office Building dinyatakan sebagai cagar budaya oleh pemerintah Taiwan. Semenjak itu juga, Istana mulai dibuka untuk umum. Pembukaan Istana untuk umum mempunyai tujuan tertentu, yaitu untuk mendekatkan Presiden dan rakyatnya.

Presidential Office Building terdiri dari empat lantai dan satu lantai basement. Gedung ini mempunyai kapasitas untuk menampung 2000 orang. Terdapat lebih dari 300 ruang yang sebagian besar berfungsi sebagai kantor. Selain itu, di Istana ini juga terdapat aula-aula dan taman-taman. Presidential Office Building mempunyai sepuluh pintu masuk. Akan tetapi, hanya gerbang depan dan barat yang digunakan sebagai pintu masuk untuk acara resmi. Di bagian depan terdapat menara setinggi 60 meter yang hancur ketika Perang Dunia II berlangsung. Pada masa itu, menara tersebut merupakan bangunan tertinggi di Taipei.

Tidak terlalu lama kita berada di Istana Negara karena tidak masuk area  juga dan hanya foto di seberang istana.


Perjalanan dilanjutkan ke Longshan Temple. Ke Taiwan kalau gak nengok kuil gak afdol ya… Longshan Temple atau Kuil Longshan merupakan kuil tertua di Taiwan, sebagai tempat berdoa umat Buddha. Meski pernah terkena topan, gempa bumi, hingga pengeboman pada Perang Dunia II, kuil ini masih kokoh berdiri.

Kuil Mengjia Longshan terletak di Wanhua, distrik paling tua di Taipei. Kuil ini dibangun sekitar tahun 1738 oleh kaum Fujian yang membuatya menjadi salah satu bangunan tertua di Taipei. Dibangun sebagai dedikasi terhadap dewi Guanyin (dewi welas asih). Nama Longshan mempunyai arti Gunung Naga dan merupakan kuil tertua yang ada di Taipei.







Kuil ini ramai dikunjungi pada hari pertama dan hari ke limabelas kalender Cina. Umat Buddha, Tao dan pemuja Matsu berkumpul di kuil ini untuk berdoa. Kuil ini menjadi pusat spiritual bagi orang-orang di sekitar propinsi Fujian. Bangunannya indah dengan ornamen-ornamen dan patung yang menghiasi seluruh . Patung Dewi Cinta Kasih Guanyin, hiasan sepasang naga di ruang depan, dan empat naga di ruang tengah. Semua patung tersebut dipahat dengan halus dan sempurna.

Setelah kenyang menghirup bau dupa, mr Yellow mengajak kami mengunjungi sebuah tempat bangunan bersejarah Lin An Tai Ancestral House.

Menurut cerita yang dituturkan Lin An Tai Ancestral House adalah rumah tradisional yang dibangun pada abad ke-18 oleh seseorang bermarga Lin, yang awalnya penduduk negeri China. Ia dan keluarganya menyeberang menuju Pulau Formosa dengan harapan membangun kehidupan yang lebih baik. Sesampainya di Taiwan, ia dan keluarganya berhasil membangun bisnis yang memungkinkan mereka membangun rumah tradisional yang mewah. Rumah tersebut yang kemudian kita kenal dengan nama Lin An Tai; gabungan antara nama keluarga dan nama perusahaan yang mereka dirikan. Awalnya Lin An Tai terletak di Daan District. Di sana, konon rumah tradisional ini sempat mengalami pemugaran akibat proyek perluasan jalan dan dipindahkan ke lokasinya sekarang, di Zhongzheng District, tidak jauh dari Keelung River.





Memasuki pintu depan seakan membawa kami seperti ke adegan-adegan di film . Halaman luas yang asri... rumput hijau dan tanaman rindang.. dengan bata merah yang indah. Memasuki bangunan utama bisa dijumpai kamar-kamar tidur (lengkap dengan perabotannya), tempat sembahyang, dapur, ruang makan, dan beberapa ruang lain yang notabene kosong namun sebagai gantinya dipasang foto-foto rekam kegiatan yang diadakan di Lin An Tai beberapa waktu yang lalu. Memasuki ruang demi ruang menggambarkan rutinitas kehidupan penghuninya di masa lampau.




Lin An Tai terdiri dari beberapa blok yang terpisah, namun masih dalam satu area. Ada ruangan dengan banyak meja kursi yang ditata menyerupai ruang kelas. Ruang makan lengkap dengan aneka makanan yang tersaji dimeja. Juga ada taman yang asri, dilengkapi kolam yang terdapat gazebo di tengahnya.

Rasanya betah berlama lama duduk menikmati keindahan Lin An Tai house terasa tentram dan damai.