Sunday, August 19, 2012

Waktunya Lebaran


Sholat Ied mengawali datangnya Syawal pagi ini. Alhamdullilah hari raya Idul Fitri kembali datang dan saya masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk merayakannya.
Sejak subuh saya sudah mulai mempersiapkan kebutuhan yang akan dibawa untuk sholat Ied di lapangan olah raga perumnas Condong Catur antara lain mukena, sajadah dan kertas koran juga tak lupa uang untuk mengisi kotak amal. Sholat Ied akan dimulai tepat pukul 07.00 wib, jadi setengah jam sebelumnya saya dan anak-anak harus sudah ada dilokasi agar bisa mendapatkan tempat sholat yang nyaman.

Dan benar saja, lapangan sudah penuh dengan jamaah. Jadi saya, ibu, Gallo dan Nadjwa malah mendapat tempat dibaris depan karena kebanyakan jamaah perempuan yang datang lebih awal memilih shaf belakang atau memilih menggeler sajadah di jalan aspal, sementara yang datang akhir harus memilih di tanah lapang dibelakang shaf laki-laki. Sementara bapak dan Ruben juga sudah mendapatkan tempat di antara jamaah laki-laki.
Setelah sholat 2 rakaat dan diakhiri dengan ceramah tentang keharusan umat islam menjaga ibadahnya selama 11 bulan mendatang agar senantiasa lebih baik dari ibadah bulan puasa yang baru saja ditinggalkan.

Perjalanan pulang ke rumah ibu cukup jalan kaki, sepanjang jalan bertemu dengan para tetangga jadi sekalian jabat tangan maaf-maafan.
Disambung sungkem dengan bapak ibu ketika sudah sampai rumah. Berturut-turut saya, Ruben, Gallo dan Nadjwa. Setelah itu anak-anak sungkem ke saya.
Moment yang mengharukan dan selalu membuat airmata saya menetes deras.

Setelah acara sungkem, bapak lantas memaksa kami semua makan ketupat dan opor. Saya bilang kalau saya khan juga masak trus siapa yang makan..? Ibu malah tertawa dan berkata kalau masakannya masih dibawa aja kerumah ibu…’ jiiaahhhh kalau gitu kenapa gak kemarin ibu saja yang masak semuanya.. batin saya.
Setelah makan saya buru-buru pamit karena sudah di sms tetangga rumah untuk keliling ke tetangga halal bi halal ke sesepuh dan pejabat kampung.

Dan seperti tahun lalu, acara keliling kampung artinya bawa tas untuk tempat bingkisan makanan kecil anak-anak, hehehehehe.
Anak-anak memang selalu antusias kalau diajak keliling, selain maaf-maafan, mencicipi aneka makanan yang disediakan disetiap rumah yang dikunjungi , dapat bingkisan makanan kecil dan tentunya uang kertas yang terselip dijari-jari mereka pemberian eyang-eyang setelah mereka sungkem, hehehehe.
‘ ayooo mommy cepetan … tuch sudah ditunggu budhe Walijan… eehhh..eehhh… jangan lupa bawa tas buat bawa goody bag…’ ucap Nadjwa sambil menyambar tas lipat plastik dari atas meja.

Ayoooo saatnya kita lebaran… J

Saturday, August 18, 2012

Persegi Ketupat


Buka puasa diakhir bulan ramadhan ,hampir sebagian besar menu yang disantap maqrib itu adalah ketupat dan opor ayam, hehehehe. Mengapa? karena sudah jadi tradisi umat islam di Indonesia sehari sebelum lebaran atau terakhir puasa, memasak opor ayam, sambal goreng ati atau menu sayuran lain yang biasa disantap dengan ketupat menjadi setengah wajib dilakukan , hehehehe.
Maka pagi itu saya sudah mencatat bahan masakan tuk titip belanjaan ke ibu. Sesuai rencana saya akan masak opor ayam telur, sambel goreng daging dgn kentang dan beli ketupat yang sudah jadi.
‘mommy jadi masak opor..? tanya Nadjwa ketika melihat saya sibuk mencatat.
‘jadi donk….’ Saya senang melihat Nadjwa menawarkan diri untuk membantu ketika mendengar jawaban saya.

Maka siang itu saya, Gallo dan Nadjwa sibuk didapur untuk masak. Moment yang sangat saya sukai setiap tahun terjadi sekali diakhir ramadhan. Rasanya senang mengulang kegiatan ini setiap tahunnya.
‘mom, kenapa to tiap lebaran masakannya selalu sama yaitu ketupat dan opor? ..’ tanya Nadjwa sambil mengupas telur yang sudah dingin usai saya rebus.
‘sebenarnya masakan itu cuma simbol deq.. terutama yang dijadikan simbol adalah ketupatnya..’ jawab saya. ‘ketupat disini artinya ngaku lepat, atau mengaku salah karena setelah puasa sebulan dihari Idul Fitri kita saling maaf memaafkan dan untuk lebih seru makan ketupat bareng-bareng..’ saya melanjutkan.

Menurut beberapa artikel yang saya baca, BERAS sebagai bahan utama membuat ketupat merupakan simbol dari NAFSU DUNIA, sedangkan JANUR yang dipakai untuk membungkus beras merupakan kependekan dari “jatining nur” atau bisa diartikan hati nurani. Jadi ketupat itu simbol dari nafsu dunia yang bisa ditutupi oleh hati nurani. setiap manusia itu punya hawa nafsu, tetapi nafsu itu bisa dikendalikan atau dikekang oleh hati nurani.
Maka jadilah ketupat sebagai hidangan spesial lebaran terutama di tanah jawa.

Dalam sejarah, Sunan Kalijaga adalah orang yang pertama kali memperkenalkannya pada masyarakat Jawa. Beliau membudayakan dua kali Bakda, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Kupat dimulai seminggu sesudah Lebaran. Pada hari yang disebut Bakda Kupat tersebut, di tanah Jawa waktu itu hampir setiap rumah terlihat menganyam ketupat dari daun kelapa muda. Setelah sudah selesai dimasak, kupat tersebut diantarkan ke kerabat yang lebih tua, menjadi sebuah lambang kebersamaan.

Ketupat sendiri menurut para ahli memiliki beberapa arti, diantaranya adalah mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia, dilihat dari rumitnya anyaman bungkus ketupat. Yang kedua, mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan, dilihat dari warna putih ketupat jika dibelah dua. Yang ketiga mencerminkan kesempurnaan, jika dilihat dari bentuk ketupat. Semua itu dihubungkan dengan kemenangan umat Muslim setelah sebulan lamanya berpuasa dan akhirnya menginjak hari yang fitri.

Bentuk persegi ketupat juga diartikan masyarakat Jawa sebagai perwujudan kiblat papat limo pancer. Ada yang memaknai kiblat papat limo pancer ini sebagai keseimbangan alam: 4 arah mata angin utama, yaitu timur, selatan, barat, dan utara. Akan tetapi semua arah ini bertumpu pada satu pusat (kiblat). Bila salah satunya hilang, keseimbangan alam akan hilang. Begitu pula hendaknya manusia, dalam kehidupannya, ke arah manapun dia pergi, hendaknya jangan pernah melupakan pancer (tujuan): Tuhan yang Maha Esa.

Kiblat papat limo pancer ini dapat juga diartikan sebagai 4 macam nafsu manusia dalam tradisi jawa:
marah (emosi), aluamah (nafsu lapar), supiah (memiliki sesuatu yg bagus), dan mutmainah (memaksa diri). Keempat nafsu ini adalah empat hal yang kita taklukkan selama berpuasa, jadi dengan memakan Ketupat, disimbolkan bahwa kita sudah mampu melawan dan menaklukkan hal ini.
Kupat merupakan kependekan dari “ngaku lepat” atau mengakui kesalahan. Itulah mengapa setiap Hari Raya Idul Fitri selalu ada tradisi saling memaafkan. Idul Fitri atau yang biasa disebut Lebaran erat kaitannya dengan “Laku Papat” ini. Keempat tindakan itu adalah Lebaran, Luberan, Leburan, Laburan.
Lebaran, berasal dari kata “Lebar” (selesai)

Itulah mengapa Idul Fitri atau 1 Syawal biasa disebut Lebaran yang dimaksudkan telah selesai menjalani ibadah puasa Ramadhan. Istilah Lebaran hanya dikenal di Indonesia dan negara selain Indonesia tidak mengenal istilah Lebaran ini.

Hmmm… sungguh dalam makna sebuah ketupat.
Dan Alhamdullilah kesibukan saya menyiapkan sayur untuk teman makan ketupat selesai juga. Cukup banyak saya memasak karena besok adalah hari lebaran, saudara-saudara akan kumpul dirumah saya untuk bersilaturahmi.
Dan acara kumpul-kumpul keluarga akan makin akrab sambil menyantap sepiring ketupat sayur opor dan sambel goreng, juga kerupuk udang.

Friday, August 17, 2012

Jelang Lebaran


Tak terasa bulan ramadhan bakal berakhir 2 hari lagi. Bulan nan penuh dengan rahmat dan ampunan ini akan segera berlalu. Berganti dengan fajar bulan Syawal yang akan menjadi langkah pertama kita sebagai pribadi yang suci seperti terlahir kembali, Insya Allah.
Sudah semestinya dengan tempaan puasa selama sebulan ini dimana hari-hari banyak diisi dengan ibadah dan kusyu doa, adalah bekal untuk melangkah di 11 bulan yang lain ‘tuk menjadi manusia yang lebih taat kepada sang penciptanya.

Saya sangat bersyukur bisa menjalankan ibadah puasa tahun ini dengan lebih baik dari tahun kemarin. Begitu juga Gallo dan Nadjwa. Insya Allah tahun ini Nadjwa menjalankan ibadah puasanya penuh selama sebulan.
Bulan ramadhan selalu menjadi bulan istimewa bagi saya dan keluarga. Bulan yang dipenuhi dengan banyak perubahan baik. Dimana ketaatan ibadah sebagai umat islam diuji dengan puasa sehari penuh menahan nafsu duniawi. Bulan yang menjadikan setiap umat islam yang menjalankannya menjadi lebih kuat, lebih sabar dan penuh syukur.

bukber
Bulan baik yang banyak diisi dengan sebanyak-banyaknya kebaikan. Dimana kita menjadi orang yang lebih banyak memberi dan berbagi. Selain itu silaturahmi menjadi lebih erat dibulan puasa.
Pengajian dan buka puasa bersama menjadi ajang silaturahmi antar umat. Dari pengajian dan bukber dengan saudara, relasi hingga panti-panti asuhan marak diadakan.
Dan 2 hari lagi, semua keindahan itu akan kita tinggalkan, untuk sementara. Karena harapan akan selalu dipanjatkan agar tahun mendatang diberi kesempatan oleh Allah SWT agar dapat bertemu lagi dengan bulan ramadhan.

menu bukber
Saya pasti akan sangat merindukan bangun pukul 3 pagi tiap hari untuk menyiapkan makan sahur , membangunkan Gallo dan Nadjwa yang masih lelap tidur, datang ke pengajian di masjid kantor tiap jam 8, menyiapkan buka puasa, sholat tarawih dan ibadah lainnya.
Juga pernak-pernik yang hanya ada dibulan ramadhan seperti tradisi pulang kampung , baju baru, kue-kue kering dan maaf-maafan silaturahmi ke tetangga dan saudara memang hanya ada di Indonesia. Inilah moment bahagia yang dinantikan , jelang datangnya hari raya Idul Fitri.
Saya yang asli jogja memang tidak pernah merasakan nikmatnya berbondong-bondong pulang kampung, tapi melihat tayangan di televisi dimana orang-orang berebut untuk mendapat sarana transportasi  menuju kampung halaman masing-masing sungguh seru dan mengharukan. Melihat semangat mereka untuk bertemu dengan sanak saudara dan membagi kebahagiaan bersama keluarga.

Selamat datang bulan Syawal, selamat tinggal bulan Ramadhan, semoga ibadah puasa yang kita kerjakan sebulan ini diterima Allah SWT dan menjadikan ibadah kita lebih baik dibulan-bulan yang akan datang.

Wednesday, August 15, 2012

Lidah kucing pelangi


Lebaran tanpa kue-kue kering memang belom lengkap. Dan tahun ini ada satu kue kering tampilan baru yang bisa menambah jenis suguhan di hari lebaran yaitu lidah kucing pelangi.

Diadopsi dari hebohnya rainbow cake yang tenar beberapa waktu belakang  nuansa warna pelangi memang jadi trend di berbagai jenis masakan dan kue.
Diawali dengan maraknya Rainbow Cake, kemudian mulai bermunculan ide-ide berbagai jenis kue dengan nuansa rainbow atau pelangi, seperti misalnya Bolu Kukus Pelangi, dan masih banyak lagi. Bahkan kini, kue lidah kucing pun punya trend baru dengan nama kue lidah kucing rainbow atau kue lidah kucing pelangi.

Kue ini jadi kue lebaran terbaru yang sangat banyak dicari, bahkan tak sedikit yang ingin mencoba membuatnya sendiri, meski sudah banyak dijual di pasaran.

Berhubung oven Ɣªήğ dipinjam adik tidak pernah kembali dan katanya rusak, jd keinginan saya bikin kue tak tersalur dech... :-) , Maka ketika salah satu sabahat saya pemilik toko kue di jl palagan menawarkan kue kering dengan 6 warna mencolok itu saya segera pesan jauh hari sebelum lebaran. Makhlum sesuatu Ɣªήğ lagi trend biasanya sangat cepat diminati, klu gag keburu habis ya bisa pesan dgn antrian Ɣªήğ panjang.


Maka 3 hari kemudian datang pesanan saya, si lidah kucing pelangi dengan warna-warni yang luar biasa mencolok.
Sempat khawatir juga jangan-jangan warna makanan itu berbahaya, apalagi di TV juga gencar diberitakan banyak produsen kue kering menggunakan pewarna tekstil utk mempercantik warna kue-nya.
Tapi syukur Alhamdullilah, mbak Viet sang membuat kue menjamin menggunakan bahan-bahan pewarna alami dan tidak menggunakan pengawet.

Hmmm emang enak kuenya, sebanding dgn harganya yang lumayan mahal, rasanya gurih dan manis, tidak pahit sehingga aman di konsumsi siapapun termasuk anak-anak.
Selain lidah kucing pelangi, saya juga beli beberapa kue lain seperti putri salju, kastengel dan nastar, kue-kue kering ini selalu wajib ada dimeja untuk tamu-tamu Ɣªήğ akan datang dihari lebaran nanti.
Nyam...nyam... Sedapnya lebaran :-)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Saturday, August 11, 2012

Nginem asyik


sampai besok pagi ya deq…selamat mengikuti pesantren kilat yaa..’ saya kecup kedua pipi Nadjwa sebelum adeq melangkah menuju hall sekolahnya dengan membawa backpack dan tas jinjing berisi perlengkapan menginap semalam di sekolah.
Nadjwa mengangguk dan mencium tangan saya.
‘dadaqqq mommy…’ Nadjwa bermelambaikan tangan sambil tersenyum manis.
Saya balas lambaian jemari-jemari mungilnya dan mengiringi si bungsu hingga menghilang ke dalam hall, beberapa temannya yang lebih dulu datang mengikuti langkah Nadjwa sambil bercanda.

Pagi ini hingga besok Nadjwa mengikuti kegiatan pesantren kilat disekolahnya. Sehari sebelumnya, kakak Gallo yang lebih dulu mengawali kegiatan yang sama disekolahnya.
Duuhhh… sepinya dirumah sendirian, ditambah hari ini, hari sabtu adalah hari pertama saya libur kantor hingga 2 minggu mendatang. Sementara anak-anak baru efektif libur hari senin yang akan datang.

Sendirian memberi saya banyak waktu untuk lebih memperhatikan rumah. Maka begitu sampai rumah setelah mengantar Nadjwa saya segera menyambar slang air dan menyiram tanaman dan halaman.
Musim kemarau yang panjang membuat tanaman dan tanah kering kerontang. Padahal minimal 2 hari sekali saya menyiram tanaman tapi memang panasnya suhu disiang hari membuat tanaman cepat layu dan halaman sangat berdebu.

Sibuknya saya dan anak-anak disore hari seminggu ini dengan kegiatan kantor, sekolah dan buka puasa bersama membuat rumah dan halaman hanya disapu dan disiram pagi hari sebelum saya berangkat kantor.
Saya sangat menyukai aktifitas menyiram tanaman dan halaman. Rasanya segar ditambah dengan datangnya sang angin yang turut berhembus sejuk menemani. Melihat pohon mangga yang kembang serempak dan mulai menampakkan pentil-pentil buah yang sebagian gugur berserakan dihalaman saking banyaknya buah.
Selain mangga, tak kalah menyenangkan pohon nangka disebelahnya juga berbuah lebat.
Gemericik air, bau tanah basah dan kicau burung dari pucuk pohon mangga sungguh menentramkan batin.

Setelah halaman saya lanjut membersihkan dalam rumah, menyapu lantai, mengepel lantai dan nyambi memutar mesin cuci,nyuci pakaian.
Setelah semua pekerjaan selesai, saatnya menikmati rumah dan halaman yang sudah bersih. Melihat dari jendela, halaman basah dan tanaman yang segar dan bersih oleh guyuran air. Bau wangi pengharum pakaian dan dinginnya lantai rumah setelah di pel adalah detail yang bisa saya perhatikan.
Hhmmm biasanya secangkir kopi susu panas menemani… hehehehe
Berhubung bulan puasa cukuplah saya duduk disofa melepas lelah diiringi senandung musik dari CD player yang saya putar.
Indahnya nginem di awal libur bulan Ramadhan.. 

Sunday, August 5, 2012

Amanat dariNya


Weekend yang sungguh emotional , diawali dengan berita lelayu anak tetangga depan rumah. Yuli, anak pak Wargiyo akhirnya meninggal dunia setelah cukup lama menderita sakit jantung. Umurnya masih cukup muda, 24 tahun, anak perempuan satu-satunya. Sungguh sedih menyaksikan keluarga tersebut mendapat cobaan yang cukup berat. Tapi saya sungguh salut dengan ketabahan pak Wargiyo menerima kehilangan sang buah hati, seorang ayah yang berusaha sangat tegar dihadapan keluarga dan saudara-saudaranya. Kata-katanya tak pernah habis hanya untuk menguatkan istrinya agar mampu menerima cobaan. Beberapa kali sang istri pingsan tak kuat menanggung kesedihan.
Sebagai seorang ibu, saya sungguh paham akan kepedihan yang dirasakan bu Wargiyo. Saat anak sakit saja bagaimana bingung dan hancurnya perasaan seorang ibu, apalagi setelah semua perjuangan panjang mengupayakan kesembuhan berakhir dengan kehilangan sang buah hati untuk selama-lamanya.

Pulang dari melayat saya hanya mampu memandang dua buah hati saya yang sedang bercanda sambil main games di depan netbook mereka. Tak ada kata yang mampu saya keluarkan. Saya hanya tertegun menyaksikan keindahan dihadapan saya, keceriaan, kecantikan dan canda tawa mereka. Saya tak kuasa membayangkan bagaimana hancurnya saya kalau kehilangan mereka.
Dalam hati saya memohon agar diberi kesehatan dan umur panjang untuk saya dan anak-anak . Saya berharap agar anak-anak bisa saya besarkan dan tumbuh dengan sehat dan bahagia.

‘mommy kenapa bengong….?’ Nadjwa menyentuh lengan dan membuyarkan lamunan saya.
‘Nadjwa punya sesuatu untuk mommy…..’ lanjut si bungsu sambil menarik lengan saya untuk duduk dipinggir dipan.
‘mommy kok layatnya lama…?’ tanya Gallo kemudian.
‘iya mommy nungguin jenazahnya datang dari rumah sakit trus lanjut dimandiin..’ jawab saya. Gallo memandang saya dengan wajah penuh pertanyaan tapi diurungkannya ketika melihat sang adik menaruh sesuatu ke telapan tangan saya.
‘ini namanya scrapbook, buat mommy. Nadjwa yang buat barusan, kertasnya minta kakak…’ ucap Nadjwa.
Saya tersenyum sambil menerima kertas tebal 2 lembar yang dibuat seperti buku. Ketika saya buka 2 buah puisi ditulis tangan oleh Nadjwa dgn beberapa hiasan gambar disekelilingnya.
Dan saya tak mampu membendung airmata, perasaan sedih dan haru dirumah duka tadi rasanya terurai begitu membaca kalimat-kalimat yang ditulis Nadjwa dan tumpah menjadi linangan airmata.
Nadjwa menulis puisi yang berisi ungkapan terima kasih dan rasa sayangnya buat saya, ibundanya. Saya terindah baginya, juga pahlawan dalam hidupnya.

Mama, waktu aku kecil kau lah yang merawatku
Kau membuatku tersenyum
Mama……
Aku sayang padamu
Engkau adalah seseorang yang ‘sempurna’ bagiku

Mamaku..
Kau mendidikku hingga besar
Dulu saat aku bayi, kau merawatku dengan tulus
Kau mengajariku saat aku tidak bisa
Mama, kau seperti malaikat untukku
Mama….
Kau selalu ada disisiku

Itu adalah kalimat-kalimat yang lahir dari hati anakku… Ya Allah, sungguh saya terharu tak terkira. Terima kasih telah memberi saya amanat yang begitu besar ini, semoga saya bisa membesarkan dengan baik anak-anak yang manis dan berhati lembut ini.
Saya cium pipi Gallo dan Nadjwa. Perasaan yang yang sesak tiba-tiba lega dengan kata-kata yang diungkapkan Nadjwa.
Doa saya kembali terucap dalam hati, semoga kita bisa saling menguatkan dan menjalani hidup ini dalam limpahan rahmat dariNya, anakku.