Thursday, July 25, 2013

Pesona Pantai

Jalan-jalan lagiiii…. J kali ini ke jajaran pantai dikawasan Gunung Kidul. Sebuah kawasan di selatan Jogjakarta yang terkenal memiliki pantai-pantai nan indah dan berpasir putih.

Rencana rombongan akan bermain pasir dan makan siang ke Pantai Ngandong.
Sebuah pantai yang ‘tersembunyi’ … belum se terkenal Pantai Siung atau Indrayanti, namun  bagi saya yang sudah beberapa kali ke pantai di GK , pantai Ngandong cukup lebih mempesona dari pantai-pantai tersebut.
Pantai Ngandong terletak di Desa Sidoarjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, atau di sebelah barat dari Pantai Sundak. Perjalanan dari Kota Yogyakarta memakan waktu sekitar 3 jam untuk tiba di sana.

Berhubung perjalanan dengan menggunakan 3 mobil dari Jogja dengan membawa rombongan mahasiswa dan keluarga adl perjalanan santai-santai saja.. Joz salah satu mahasiswa mengusulkan untuk mampir dulu ke pantai Pok Tunggal.

Hmmmm… cukup sering saya mendengar nama pantai yang katanya juga indah tersebut. Akhirnya semua setuju untuk mampir dulu ke pantai Pok Tunggal.
Perjalanan ke Pantai Pok Tunggal memang tak terduga. Awalnya disuguhi jalan yang sulit, jalan berbatu dan sempit dan semua perjalanan yang rada ekstrim itu  berujung pada pemandangan pantai dan sungguh indah dan memikat hati.

Sebatang pohon Duras tumbuh rindang di bibir pantai dan menjadi ikon pantai ini. Pohon yang konon sulit tumbuh ini sangat dijaga keberadaannya oleh penduduk setempat, jadi jangan heran bila ada teguran jika memanjat pohon tersebut.

Namun pesona yang sesungguhnya dari Pok Tunggal adalah barisan tebing karang yang berdiri gagah bagaikan benteng yang melindungi pantai ini dari dunia luar. Tebing-tebing yang tegak lurus seperti dinding karang setinggi 50-an meter ini sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai arena olahraga panjat tebing.


Rasanya sudah pengen berbasah ria begitu kaki menginjak pasir lembut dan berwarna putih bersih, tapi berhubung rencana awal hanya mampir dan tujuan utama ke pantai Ngandong maka hanya jalan-jalan sejenak menikmati pemandangan nan mempesona itu.

‘ aduhhh dah kepingin nyebur nich mbaaakkkkk…..’ teriak Dandy

‘ ya udah nyebur. ntar kita ke Ngandong naik mobil , kamu berenang ke barat sono yaaa…’ timpal Gigin.

Astrid, Nur, Reny dan Saya tertawa geli melihat Dandy yang bertubuh tambun digeret-geret ke pinggir pantai untuk diceburin.
Galo dan Nadjwa yang saya ajak segera berlarian dengan riang, ombak pantai beberapa kali menerpa membahasi kaki-kaki mereka .

Belum puas rasanya berada di Pok Tunggal tapi waktu membatasi sehingga rombongan harus lanjut ke Pantai Ngandong. Apalagi anak-anak sudah pengen segera nyebur ke pantai .

Meski tidak luas, Pantai Ngandong akan sangat memanjakan . Ini adalah kali kedua kunjungan saya. Pantai ini relatif sepi dari wisatawan, sangat cocok untuk bersantai  sampai puas sambil ditemani alunan deru ombak.


Pantai Ngandong juga menjadi tempat tinggal oleh nelayan-nelayan setempat. Warung dan penginapan yang terletak di dekat pantainya mulai dikembangkan. 


Salah satunya adalah warung milih salah satu penduduk yang telah saya hubungi untuk menyiapkan makan siang rombongan kami. Makan siang dibibir pantai, menikmati segelas es kelapa muda dengan deburan ombak disela-sela kaki.. hhmmm sebuah kenikmatan yang sangat layak disyukuri.

Anak-anak segera saja menghambur ke pantai.


Gurauan dan candaan Dika, Joz, Yuko, Astrid, Nur, Reny, Dendy dan Gigin memecah kesunyian pantai. Terdengar tawa dan jeritan-jeritan acap ombak datang menghambur.







Satu hari yang sarat tawa dan kenangan manis