Wednesday, January 15, 2014

Run Happy Run

Sejak divonis kena trombosis dan opname seminggu di RS, saya mulai lebih care dgn kesehatan dan kebugaran badan. Dokter menyarankan saya untuk meluangkan waktu 30 menit sehari untuk olah raga, ringan saja seperti jalan kaki atau lari-lari kecil, tidak boleh terlalu berat berolah raga krn kondisi saya memang tidak boleh terlalu berat beraktifitas.

Maka saya menjadwalkan diri untuk lari dan jalan-jalan . Galo sigap mendaftarkan diri sebagai volunteer untuk menemani saya muter2 dimulai dari jalan, jalan cepat dan berlari kecil tiap pukul 17.00 wib, atau klu sdg libur pagi-pagi saya sdh diingatkan Gallo untuk gerak badan...:)


Saya dan Gallo memilih Embung Tambak Boyo sebagai tempat untuk jogging, selama seminggu, tiap 2 hari sekali 3 kali selama sepekan ini saya lari-lari kecil diikuti Gallo. Sambil mendengarkan alunan suara James Blunt dan mengatur tarikan nafas , saya lari dan jalan kaki bergantian , mengelilingi danau buatan yang juga menjadi tempat favorit para pemancing menguji kesabarannya menangkap ikan.


Embung Tambak Boyo mampu menampung 400rb m3 air , dilengkapi dgn jogging track yang meliuk-liuk mengitari danau. Selain memiliki pemandangan yg cukup indah, embung tambak boyo menjadi tempat favorite bagi keluarga, komunitas sepeda, sanggar senam maupun muda mudi untuk melakukan banyak aktifitas spt olah raga, rekreasi, memancing atau sekedar hang out menikmati jajanan diwarung-warung yang banyak berdiri disekitar embung.


Biasanya saya meluangkan waktu untuk jogging sekitar 30-60 menit. Mengelilingi embung dari titik start dimana saya parkir kendaraan hingga kembali lagi, 2-3 putaran sudah sangat cukup.

Berbekal uang parkir 2k dan sebotol air mineral, kesehatan itu tidaklah mahal.

Wednesday, January 8, 2014

Pura Tanah Lot

Maksud hati nungguin sunset di Pura Tanah Lot, tapi sayang mendung dan malah sedikit gerimis. HHmmmm lewat lagi satu keindahan yang disuguhkan panorama laut Bali.
Pura Tanah Lot memang selalu penuh pengunjung. Apalagi di area dekat pantai, saat musin liburan seperti kemarin. Banyak bocornya saat ambil foto. Liburan kali ini lebih padat pengunjung dibanding kedatangan saya 2 tahun lalu. Alhasil Saya tidak bisa mengambil foto dengan sudut baik… Take a look…. Hahahaha… puranya gak kelihatan…. L




Objek Wisata Tanah Lot Bali merupakan objek wisata alam yang memang sangat digemari para turis lokal maupun mancanegara, banyak sekali pengunjung yang datang ke Bali mengatakan belum ke Bali kalau tidak  ke Tanah Lot.

Tanah Lot terletak di desa Beraban, kecamatan Kediri, kabupaten Tabanan. Ada dua buah Pura yang berada di Pantai Tanah Lot, yaitu Pura yang berada di atas bongkahan batu dan sebuah Pura yang berada di atas tebing yang menjorok ke laut.

Pura Luhur Tanah Lot atau biasa disingkat menjadi Pura Tanah Lot merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan, yaitu pura yang dipercaya oleh orang Hindu sebagai sendi-sendi penjaga pulau dewata. Pura lainnya yang termasuk Pura Sad Kahyangan antara lain Pura Besakih, Pura Ulu Watu, Pura Pusering Jagat, dan lain-lain.


Pura Tanah Lot merupakan tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Pura ini memiliki ciri khas sebagai pura yang terletak di “tengah” laut (terletak sekitar 50 meter dari pantai ketika pasang). Apabila air laut pasang, maka wisatawan akan menyaksikan pura ini dikelilingi oleh air, sehingga tampak benar-benar di tengah laut. Apabila ingin menjelajahi keindahan pura, ada baiknya untuk datang pada sore hari, sebab biasanya air laut sedang surut..



Sayang walaupun sudah datang sore hari, saya tidak mampu meng-capture indahnya Tanah Lot..:(


Momen sunset selalu ditunggu-tunggu oleh para turis maupun fotografer profesional untuk diabadikan ke dalam kamera. Menunggu waktu sore, disebuah spot yang ada batu karang yang bolong di tengahnya, harusnya menjadi lokasi favorit untuk berfoto sayang… sunset tak datang… L

Garuda Wisnu Kencana

Proyek megah pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) akan segera dilanjutkan..!!!.
Wah siipp..siippp…. J Tapi kok akan yaa…
Yang pasti awal tahun persis saat saya kembali mengunjungi untuk yang kedua kalinya.. masih sama tidak ada perubahan, dan setiap saya ke sana pasti lagi hujan gerimis agak deres… hikss.hikss… Kayaknya saya emang harus menjadwalkan tiap tahun ke Bali, scara saya saat ingin bisa banyak foto-foto di GWK, tapi selalu terkendala cuaca. Tapi ambil baiknya saja… hujan adalah rejeki..smoga rejeki saya melimpah sehingga saya bisa balik lagi dan lagi ke pulau Dewata.

Pembangunan GWK yang menjadi landmark pulau dewata ini memang sempat 'mati suri' alias mandek. Dilihat dari maket jadinya yang bakal seperti ini



 Kemudian masih saja tetap seperti 2 tahun lalu





 Tentunya proyek ini membutuhkan dana yang tak sedikit.

Good newsnya :  Ini adalah berita yang saya dapat dari Detik News pada akhir Agustus tahun lalu.

Setelah mengakuisisi perusahaan yang menangani GWK sebelumnya, PT Alam Sutra Realtry Tbk (ASRI) kini menjadi pemilik saham terbesar dalam proyek GWK. Mereka mengaku akan mengucurkan dana sebesar 450 miliar untuk menuntaskan pembangunan patung itu.

Weeee….keren nich.. hehehehe

"Untuk investasi, tahap pertama sebesar 450 miliar. Untuk patungnya sendiri 300 miliar. Sisanya (150 miliar.red) untuk merapikan infrastruktur kompleks GWK, yaitu supportingnya," ujar Direktur Utama PT Garuda Adrimata Indonesia (GAIN) Harjanto Tirto Hadiguno, saat Press Conference Groundbreaking di Restoran Jendela Bali di kawasan GWK Cultural Park, Bukit Ungasan, Nusa Dua, Bali, Kamis (22/8/2013).

"Untuk supportingnya ini yang kita godok terus, seperti fasilitas-fasilitas, kebersihan, lampu-lampu di malam hari kita tingkatkan. Ini untuk membedakan dengan tempat wisata yang lain," tambahnya.


Sementara itu, pematung yang membuat GWK, Nyoman Nuarte mengatakan, untuk menemukan investor yang rela mengembangkan kawasan GWK seluas kurang lebih 60 hektar sangatlah susah. Hal ini disebabkan banyak perusahaan yang lebih mementingkan segi komersial semata.

"Alam Sutra ini mengerti aspek ideal untuk mengedepankan GWK ini cultural park. Lebih daripada aspek komersial," ujar Nyoman Nuarta, pematung asal Tabanan, Bali yang menggarap patung GWK dari awal itu.

Nyoman juga sempat memuji pemilik PT ASRI, The Ning King, bahwa dia sangat mendukung aspek ideal pembangunan kawasan GWK dengan mendahulukan pembangunan patung itu.
"Patungnya harus didulukan. Ini penting buat bangsa," ujar Nyoman menirukan ucapan King.




Acara press conference itu sendiri dihadiri juga oleh Ketua Yayasan GWK I Gde Ardika dan pemerhati budaya asal Perancis Jean Couteau. Jean sendiri sudah tinggal di Bali selama 34 tahun.

Pembangunan patung GWK sendiri pernah berhenti pada tahun 1997 karena Indonesia dilanda krisis moneter. Dan setelah kurun waktu 16 tahun, proyek pembangunan ini akan dilanjutkan dengan investor baru.

Menilik sejarah pembangunan patung GWK yang sempat mandek itu, pihak investor yakin bahwa proyek ini tetap akan berjalan seperti yang sudah mereka rencanakan.

"Kita lihat potensi dan harapan. Kita coba memplanningkan dengan baik. Perkara jadi atau tidak jadi itu risiko yang kita hadapi. Yang jelas mental kita siap 100 persen," tegas Harjanto di hadapan para wartawan.





Ya..ya..ya… moga-moga akhir tahun 2014 kalau liburan lagi ke Bali, Saya sudah bisa melihat adanya ‘perubahan’ di lanskap GWK.

Tuesday, January 7, 2014

Bali Pandawa Beach

Pantai Pandawa saya dengar dari Bli Ketut, sopir Taxi yang mengantar saya dari bandara Ngurah Rai ke Hotel Nirmala Mahendradatta. Saat ngobrol-ngobrol di dalam kendaraan yang saya tumpangi, bli Ketut cerita kalau ada pantai baru didekat  tempat wisata GWK. Wah kebetulan sekali, hari terakhir kunjungan saya ke Bali adalah mampir juga ke GWK.


Pantai Pandawa adalah salah satu kawasan wisata di area Kuta selatan, Kabupaten Badung, Bali. Pantai ini terletak di balik perbukitan dan sering disebut sebagai Pantai Rahasia (Secret Beach). Di sekitar pantai ini terdapat dua tebing yang sangat besar dan dihiasi dengan patung Pandawa Lima di bagian dinding tebing karst. Patung Pandawa dari cerita Mahabarata tersebut mencakup Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sahadewa.

Selain untuk tujuan wisata dan olahraga air, pantai ini juga dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut karena kontur pantai yang landai dan ombak yang tidak sampai ke garis pantai. Cukup banyak wisatawan yang melakukan paralayang dari Bukit Timbis hingga ke Pantai Pandawa. Kawasan pantai ini juga sering digunakan sebagai lokasi pengambilan gambar untuk sinetron FTV.

Sayangnya… hujan menghambat saya dan keluarga untuk berlama-lama menjelajahi pantai… hehehehe

Monday, January 6, 2014

Bali Bird Park

Salah satu tempat yang bikin saya lebih semangat untuk nyusul anak-anak liburan ke Bali adalah Bali Bird Park… !!! :D
Taman burung yang terletak di Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar Bali ini katanya memiliki tak kurang dari 1.000 satwa jenis unggas dan dibangun diatas lahan seluas dua hektar .
Sayang sejak pergantian tahun hingga pagi hari cuaca di Bali lebih banyak mendung dan hujan gerimis. Setelah packing dan check out hotel, kami segera bergegas melanjutkan perjalanan ke Taman burung.


Alhamdullilah cuaca cerah ketika kami sampai. Setelah bayar tiket mulailah penjelajahan melihat aneka satwa unggas yang banyak berkeliaran di taman ataupun di sarang .
Tempatnya sungguh rapi dan bersih, burung-burung yang banyak bertengger didahan dan berjalan-jalan terlihat sangat sehat… ya iyalah dengan tiket masuk sekitar 90ribuan per person tentunya taman beserta isinya bakal sangat terawat dan bagus.
Sehari saja taman burung ini bisa dikunjungi lebih dari 400 orang.




Pas kebetulan masuk, Bird Show 10 menit bakal dimulai…  Sambil menunggu aneka burung yang bakal beratraksi didepan pengunjung, saya niat 1000% foto bareng  birdsofsouthamerica .. The magnificent Hyacinth Macaw ,the largest parrot in the world. Hehehe


Setelah cukup foto-foto narsis bareng burung, saatnya duduk manis disuguhi pertunjukan yang sarat pengetahuan tentang burung macam Hornbills birdsofborneo, Congo Grey Parrot, Cassowaries, Cranes, Storks & Pelican.




Menikmati pemandangan di Taman burung sekaligus mengamati pengunjung yang berasal dari berbagai negara, banyak wisatawan asingnya, pengunjung wisatawan asal Rusia mencapai 30% dan wisatawan asing lainnya dari berbagai negara seperti kawasan Eropa, Asia dan Australia sekitar 40%.

Trombosis

Saya sungguh tidak menyangka akan mendapat serangan sakit mendadak spt minggu malam tgl 22/12 kemarin, rasa nyeri yg sangat hebat menghantam panggul dan perut saya bagian kanan bawah diikuti muntah2 yang tidak henti.
Saya langsung dilarikan ke UGD RS JIH untuk mendapat pertolongan pertama.
Malam itu saya diharuskan menginap di RS, setelah dipasang infus saya dipindah ke kamar dengan kondisi yang tidak lebih baik. Berkali-kali saya muntah dan kesakitan hebat dan sepertinya penanganan dan obat yg diberikan tidak mempan sama sekali.
Saya sudah mengeluh kesakitan tapi perawat ataupun dokter yang menangani saya tidak cukup pandai mengurangi sakit saya.
Semalaman itu saya merasakan betapa panjangnya malam bergulir sangat lambat, pagi hari yang saya harapkan untuk segera datang berikut seorang dokter yang mampu menolong saya tak juga terwujud.
Pagi-pagi saya meminta seorang dokter jaga untuk menemui saya dan membacakan hasil lab darah dan urin semalam karena saya sangat ingin tau sakit apa yang saya derita sementara saya merasa RS begitu lamban bergerak.
Akhirnya seorang dokter datang, dengan wajah sama sekali tak bersahabat, dan mengatakan klu dari hasil lab ada kemungkinan terjadi pengkristalan atau ada batu ginjal .
Hmmm... Mungkin ? Lantas kapan saya bisa yakin klu memang itu penyebabnya?
Dokter menjawab nanti akan di USG tapi nunggu dokternya
Kapan dokternya datang? Saya tanya dgn ringisan kesakitan yang amat sangat
Mungkin jam 12..
OMG.. !!!!
Saya mulai jengkel... Dan saya mengancam klu tidak bisa cepat bertindak saya pindah rumah sakit.
Luar biasa betul RS ini, dengan pelayanan kamar utama 450k perhari yg saya pilih ternyata tidak juga menjamin kecepatan mereka bertindak membantu mengobati pasiennya.
Sang dokter kemudian meralat kalau jam 9 atau 10.
Saya sudah diam memilih bungkam.
Pada saat yang sama, atasan saya datang menengok, melihat kondisi dan cerita saya, ibu segera cepat bertindak, kelihatannya ibu boss menelepon bbrp pihak untuk mencari alternatif, suaminya yang seorang dokter anak mungkin juga memberikan masukan.
Perawat tiba-tiba masuk kamar dan menyampaikan kalau saya akan segera di USG... Wah hebat betul ya..kalau diprotes atau diancam baru bertindak.
Akhirnya dgn nyeri yg mengiris2 perut saya didorong dgn kursi roda menuju ruang urologi.
Bersyukur krn saya sdh ditunggu dokter urologi, stlh USG sekitar 15menit saya dibawa kembali ke kamar. Sakit saya makin menghebat, saya sdh tidak tau lagi harus bagaimana, yang ada hanya bisa melawan sakit itu semampu saya.
Menunggu hasil lab terasa sangat lama sekali dalam keadaan setengah sadar krn kesakitan.
Akhirnya ibu boss datang dan menyampaikan kalau tidak ada kristal atau batu ginjal tapi ada abses di rahim yang sudah parah dan luka bernanah atau kemungkinan ada kista.
Ya Allah... Kesakitan saya sekarang bertambah dengan ketakutan. Apa yang terjadi dengan tubuh saya... :(


Ibu boss mengatakan klu saya dirujuk ke dokter kandungan, dan beliau mengajak saya bicara serius klu sebaiknya saya pindah RS dan ditangani secara benar.
Saya menurut saja, maka siang itu setelah keluarga saya mengurus adm dan menandatangani bbrp surat dan bayar biaya sakit.., saya dijemput ambulance RS Happy Land utk dipindah kesana.
Sakit saya makin mendera, jarak tempuh ke RS rasanya begitu lama, nyeri makin mengiris-iris terasa.
Perjalanan sekitar 30 menit ke RS Happy Land serasa berjam-jam.
Ketika sampai UGD saya sdh ditunggu dokter didepan hall dan dokter langsung memeriksa saya lagi tetap di ambulance krn kondisi saya yg bakal kepayahan klu diangkat ke ruang UGD dan bakal masuk ke ambulance utk menuju kamar perawatan. Setelah selesai diperiksa dan diinfus kembali saya segera dibawa dgn ambulance menuju gedung perawatan.
Begitu masuk kamar saya segera diinjeksi bbrp obat melalui lubang infus dipunggung tangan dan perawat memasukan kapsul anti nyeri melalui lubang dubur.
Berangsur-angsur rasa sakit yg saya rasakan berkurang, sambil menunggu dokter untuk USG saya diminta relaks tiduran.
Tapi beberapa rekan kerja saya datang berkunjung sehingga saya malah bisa berbincang dengan mereka.
Pukul 5 sore perawat datang dgn kursi roda, ternyata dokter sdh menunggu saya diruang periksa untuk di USG kembali.
Saya didorong perawat menggunakan kursi roda diikuti keluarga dan beberapa teman menuju lantai.
Dokter segera meminta saya naik ke bed, bbrp pertanyaan mulai diajukan dokter Rukmono SPOG, seperti kapan mulai sakit, apa yang dirasakan, gejala2 sebelum serangan dan didaerah mana yang terasa sangat sakit.
Cukup lama sang dokter meneliti kondisi perut bagian bawah saya, ditempat2 yg saya meringis kesakitan dokter lebih lama lagi mengamati.
"Hhmmm trombosis vena dalam..." Kata dokter dgn wajah serius.
"Nyeri sekali yaa...?" Tanyanya sambil memandang saya yg meringis2 kesakitan
saya mengangguk dan tersenyum getir.
"Kita USG vagina ya untuk lihat kondisi rahim.."
Saya mengangguk
Perawat segera membantu saya melepas celana.
Kembali dokter mengamati kondisi saya serius.
"Rahim bagus, bersih gak ada infeksi apalagi kista.." Terang dokter stlh melihat melalui layar monitor kondisi organ dalam.
Saya menghela nafas lega.
Setelah saya merapikan pakaian dan duduk dikursi roda dokter menerangkan ke saya dan keluarga yg mendampingi saya bahwa terjadi penyumbatan pembuluh darah di perut atau trombosis. Dokter lantas menjelaskan panjang lebar sebab dan akibatnya.
Dokter akan memberikan obat pengencer darah agar aliran darah lancar dan normal, tp sebelumnya saya akan diambil darah utk cek INR.
" Istirahat dulu, klu sdh tidak mual diusahan banyak minum yaa... Besok kita USG lagi.." Ucap dokter setelah seluruh pemeriksaan saya selesai.
Saya mengucapkan terima kasih banyak sblm suster kembali mendorong kursi roda saya menuju kamar.
Tamu-tamu saya lantas pamit disertai doa supaya saya segera sembuh, terima kasih teman2... :)
Sambil tiduran saya masih mendengar diskusi keluarga saya tentang sakit saya dari uraian dokter. Walaupun mereka bicara pelan tp sy berusaha menyimak.

Saya bersyukur bisa segera ditangani dgn benar. Dari uraian dokter dan referensi yg saya baca diinternet ternyata penyakit trombosis atau penggumpalan darah yang menyebabkan sumbatan di dalam jaringan arteri atau vena masih kurang disadari dan diketahui sebagai salah satu "silent killer" yang dapat menyebabkan kematian.

Sumbatan karena trombosis dapat secara total atau partial, kalau sumbatan total pada arteri koroner atau jantung dapat menyebabkan kematian secara mendadak dan jika sumbatan total pada arteri serebral atau otak maka bisa terjadi kematian karena stroke.
Oohh God semoga saya tidak mengalami kejadian diatas... Saya tetap bersyukur krn saya diberi peringatan dini. Trombosis vena atau DVT (Deep Vein Thrombosis) yang saya alami menyerah area panggul.

Dokter mengatakan sumbatan  dapat fatal jika bekuan darah lepas dan terbawa aliran darah serta menyangkut di arteri pulmonalis (paru) atau disebut PE (Pulmonary Embolism).

Maka dokter mewanti2 saya utk menuruti anjurannya.
Wah tentu saja saya akan sangat-sangat menurut. Merasakan betapa sakitnya nyeri spt bbrp jam lalu tentu saya tak ingin mengulanginya lagi.

Beberapa saat kemudian suster datang dan mengambil darah saya utk test D-dimer atau fragmen D-dimer yaitu suatu jenis uji sampel darah di laboratorium yang bertujuan untuk membantu melakukan diagnosis penyakit dan kondisi yang menyebabkan hiperkoagulabilitas: suatu kecenderungan darah untuk membeku melebihi ukuran normal.

"Agak sakit ya bu, darah yang diambil agak banyak..." Ucap susternya
Saya hanya bisa tersenyum.

Selang 1 jam perawat datang dan mengatakan dari hasil lab saya akan diberi beberapa obat lewat injeksi, infus dan obat oral, yg nantinya sy ketahui sbg obat pengencer darah, simarc 2.
" Hari ini ibu akan minum obat setiap 8 jam dan obat yg akan diinjeksi langsung melalui lubang infus. Kalau nyerinya datang lagi segera tekan bell saja.." Pesan suster.
Saya mengangguk pelan.
Dan benar saja tengah malam saya mulai kesakitan lagi, saya lantas diberi obat lagi melalui dubur.
Setelah nyeri berangsur hilang saya baru bisa tertidur.

Alhamdullilah setelah dirawat 5 hari di Happy Land kesehatan saya makin membaik. Tes INR vena dalam terakhir sblm saya diijinkan pulang sudah menunjuk angka 1,4.
Akhirnya saya diperbolehkan pulang.
Tentunya dgn beberapa catatan yang harus saya perhatikan dan lakukan, seperti tetap rutin minum obat pengencer darah, banyak minum air putih dan tetap bergerak atau olah raga ringan agar aliran darah lancar.


Alhamdullilah.. Terima kasih ya Allah.

Friday, January 3, 2014

Barong Dance

Yang ada hanya bersyukur karena Allah memberi saya kekuatan menyusul anak-anak liburan ke Bali akhir tahun ini. Setelah 5 hari opname di RS karena penyumbatan pembuluh darah di perut bagian kanan bawah saya ‘menyanggupkan diri’ untuk terbang tanggal 30 Des 2013 menyusul anak-anak ke pulau Dewata. Alhamdullilah perjalanan saya lancar, pesawat garuda yang saya tumpangi tepat landing pukul 18.30 wita.

Bahagianya melihat senyum anak-anak yang mengembang cerah melihat kedatangan saya. Thanks ya ibu dan teman-teman yang sudah menjaga dan menemani anak-anak liburan terlebih dahulu sejak tanggal 28.

Saya belum banyak mendapat cerita liburan mereka sebelumnya karena malam itu saya harus cepat mengistirahatkan badan karena nyeri pelan-pelan datang merambat dari perut saya kea rah kaki kanan dan punggung.
Saya ingin menemani anak-anak jalan-jalan besok seharian, walaupun teman-teman menyarankan untuk istirahat saja dihotel dan baru ikut wisata pada tanggal 1. Saya pun menawar dan mengatakan kalau memang kondisi saya tidak kuat saya akan minta diantar balik ke hotel pakai mobil rental, dan mereka setuju.


Maka pagi itu usai sarapan di hotel, jalan-jalan pertama saya di Pulau yang paling terkenal di Indonesia itu adalah menikmati sendratari Barong di desa Batu Bulan. Bali memang mengagumkan , pulau yang menyimpan gabungan keindahan lanskap alam spektakuler dgn budaya yang begitu memikat. Kebudayaan terus dilestarikan dari generasi ke generasi. Ada dan tiada wisatawan maka riuh adat dan genderang bunyi tabuhan alat musik tradisional tetap dipentaskan. Seperti yang saya lihat di Jambe Budaya ini story of the barong and keris dance yang menggambarkan pertarungan antara “kebajikan” melawan “kebatilan”. Barong adalah binatang purbakala melukiskan “kebajikan” dan Rangda adalah binatang purbakala yang maha dahsyat menggambarkan “kebatilan”.

Posisi menentukan hasil, hehehe… pentas hari itu full pengunjung, dan rombongan set duduknya dibelakang sementara didepan untuk bule-bule dan wisatawan domestic yang VIP sepertinya. Jadi saya harus mengerahkan lensa tele utk mencoba menangkap gambar para pemain sendratari tsb. Dan hasilnya tidak memuaskan..hehehehe.. L

Dari story board yang diberikan ke pengunjung, cerita yang dipentaskan seperti ini alurnya :

Gending Pembukaan

Barong dan kera sedang berada dalam hutan yang lebat. Kemudian muncullah tiga orang bertopeng menggambarkan tiga orang yang sedang membuat tuak ditengah-tengah hutan, yang mana anaknya telah dimakanoleh harimau. Ketiga orang itu sangat marah dan menyerang Harimau (Barong) itu dalam perkelahian ini hidung diantara salah seorang dari tiga orang tadi digigit oleh kera.

Babak Pertama
Dua orang penari muncul dan mereka adalah pengikut-pengikut dari Rangda sedang mencari pengikut Dewi Kunti yang sedang dalam perjalanan untuk menemui patihnya.

Babak Kedua
Pengikut-pengikuti Dewi Kunti tiba. Salah seorang dari pengikut Rangda berubah rupa menjadi setan (semacam Rangda) dan memasukkan roh jahat kepada pengikut Dewi Kunthi yang menyebabkan mereka bisa menjadi marah. Keduanya menemui Patih dan bersama-sama menghadap Dewi Kunthi.


Babak Ketiga
Muncullah Dewi Kunti, anaknya Sadewa dan Dewi Kunti telah berjanji kepada Rangda untuk menyerahkan Sadewa sebagai korban. Sebenarnya Dewi Kunti tidak sampai hati mengorbankan anaknya Sadewa kepada Rangda tetapi setan (semacam Rangda) memasukkan roh jahat kepada Sedawa hal ini menyebabkan Dewi Kunti  marah dan tetap berniat mengorbankan anaknya kepada Patihnya untuk membuang Sadewa kedalam hutan dan Patih ini pun tidak luput dari kemasukan roh jahat oleh setan tersebut. Sehingga sang Patih dengan tiadak perasaan kemanusiaan, menggiring Sadewa kedalam hutan dan mengikatnya dimuka Istana Sang Rangda.



Babak Keempat
Turunlah Dewa Siwa dan memberikan keabadian hidup kepada Sadewa dan kejadian ini tidak ddiketahui oleh Rangda. Kemudian datanglah Rangda untuk mengoyak-ngoyak dan membunuh Sadewa tetapi tidak dapat dibunuhnya karena kekebalan yang telah dianugrahkan oleh Dewa Siwa. Rangda menyerah kepada Sadewa dan memohon untuk diselamatkan agar dengan demikian dia bisa masuk sorga. Permintaan ini dipenuhi oleh Sadewa, dan Sang Rangda pun mendapat sorga.









Babak Kelima
Kalika salah seorang pengikut Rangda menghadap kepada Sadewa untuk diselmatkan juga tetapi ditolak oleh Sadewa. Penolakan ini menimbulkan perkelahian dan Kalika berubah menjadi “Babi Hutan” dan didalam pertarungan Sadewa melawan “Babi Hutan” ini Sadewa menang. Kemudian Kalika (Babi HUtan) ini berubah menjadi “Burung” tetapi tetap dapat dikalahkan oleh Sadewa. Kalika(Burung) berubah rupa lagi menjadi Rangda oleh karena saktinya Rangda ini maka Sadewa tidak dapat membunuhnya dan akhirnya Sadewa berubah menjadi Barong karena sama saktinya maka pertarungan antara Barong melawan Rangda ini tidak ada yang menang dan dengan demikian pertarungan dan perkelahian ini berlangsung terus abadi, “Kebajikan” melawan “Kebatilan”. Kemudian muncullah pengikut-pengikut barong masing-masing dengan kerisnya ynag hendak menolong Barong dalam pertarungan melawan Rangda. Mereka semua inipun tidak berhasil melumpuhkan kesaktian Sang Rangda.