Thursday, January 24, 2019

Instagramable part 1


Sering ya dengar istilah ‘instagramable’ .. ? Istilah yang lagi nge hitz beberapa tahun ini. Berita apapun sekarang paling wahid checking nya ke instagram. Terutama yang menyangkut tempat wisata dan kuliner di seantero jagad, sangat indah dan menggiurkan dilihat dari akun instagram.

Bahkan anak-anak saya sering bilang , kesini saja Mi.. tempatnya  “instagramable”,  recomended nih liat foto foto makanan dan tempatnya bagus khan.. check saja banyak banget yang sudah kesana…” Ucap Galo sambil menunjukan sebuah cafĂ© yang lagi hitz di Jogja.

Yupss… semakin banyak postingan hitz ke Instagram  secara tidak langsung bakal menjadi rekomendasi orang dalam menentukan pilihan tempat-tempat yang akan dikunjungi. Maka tak heran para pebisnis kuliner dan wisata berlomba mempercantik dan membuatnya semenarik mungkin .  Jargonnya tempatnya instagramable.

Dan anak-anak muda jaman now sungguh piawai  berpose dan mengambil gambar sehingga membuat orang yang melihatnya juga pingin merasakan dan melakukan hal yang sama. Kalau itu foto makanan, dilihat saja sudah sangat menggiurkan dan pengen buru-buru ikut beli . Sedangkan bila foto tersebut adalah foto lokasi wisata, sudah bisa dipastikan bakal masuk menjadi alternative  tujuan wisata bila weekend atau liburan tiba.

Jogjakarta, menjadi salah satu  kota yang banyak memiliki lokasi instagramable. Selain menjadi kota tujuan wisata, Jogja juga banyak melakukan pembenahan wisata lama dan membuat tempat wisata wisata baru yang indah dan pastinya wajib posted di Instagram.

Saya termasuk orang yang suka dolan, kalau anak-anak lebih pilih jajan… hehehehe… ada bedanya gak sih? Hahaha. Weekend biasanya kami isi dengan dolan dan jajan. Yaa menyesuaikan budget saja. Gak harus selalu ke tempat yang jauh atau mahal.
Beberapa lokasi di Jogjakarta yang sering muncul di Instagram dan telah kami datangi (makhlum kalau terlalu jauh malas nyetir mobilnya) adalah berikut ini :

The World Landmarks Merapi Park
Surga spot selfie kekinian , berada di kilometer 25 Jalan Kaliurang, Desa Pakembinagun, Kabupaten Sleman. Di sini ada berbagai miniatur landmark dari seluruh dunia. Spot yang paling populer tentu saja Menara Eiffel-nya.













Saya paling suka datang ke tempat ini. Tempat ujian ngambil foto hehehe.. cause tempatnya gak pernah sepi, jadi harus gentian berpose dan harus cepat ambil fotonya karena sudah ditungguin wajah wajah garang yang pengen segera ngusir gentian..hahaha. Dan herannya saya sering nemu di Ig foto2 yang sangat bagus yang diambil di Landmark. Foto selfie kekinian dengan background world icon, terlihat sepi dengan pose dan sudut pengambilan gambar yang sangat pas… hehehehe.. ngiri kok bisa begitu..scara aslinya tempat itu gak pernah sepi antrian. Entah itu foto editan atau emang datangnya pas sepi pengunjung. But 4 thumb up foto2nya beneran keren.

Monday, January 7, 2019

Time flies so fast


ternyata.. tidak banyak yang saya tulis tahun lalu.. Kenapa oh kenapa… ternyata saya keasyikan posting dan berinteraksi dengan instagram.
Beberapa kali sudah diingatkan oleh pembaca blog saya, kenapa kok tidak updates.. blog sepi dari cerita… hehehe.

Menulis emang ada pasang surutnya ya… dan tahun kemarin masuk ke masa surut. Jari dan ide gak sinkron.  Padahal klu dirunut dari postingan IG saya.. banyak sekali yang bisa dijadikan bahan cerita. Saya kembali senang bercocok tanam, membuat video kuliner, dan oyaa… sekarang saya senang membuat cookies. Hobby baru yang tidak pernah saya nyana, karena selama ini saya mengira kalau gak sanggup bikin aneka camilan yang butuh ketelatenan dan seni itu… eeh ternyata setelah beberapa kali mencoba , hasil camilan buatan saya cukup enak dan disukai.



So… Bismillah… sepertinya saya sudah mulai ada waktu ( hopefully ) menulis dan mengisi blog lagi. Jadi saya coba lanjutkan lagi tulisan saya.
Dan Alhamdullilah posting pertama saya sudah muncul. Cerita tentang Graduation Day Nadjwa.

Karena di atas saya sudah singgung hobby baru yaitu bikin camilan, untuk postingan kedua saya ingin cerita ‘cikal bakal’ (hikkk… ) kesibukan baru tersebut.

Jadi idea atau niatan awal kenapa saya tiba-tiba seakan ‘tercerahkan’ untuk belajar membuat aneka kukis, roti, cake atau jajanan lain karena :


Buchet List nomer 33
Lupa saya kapan ditulis, tapi intinya kalau dapat libur panjang, saya harus praktekin one day one snack recipe … : D mbuh ini saya juga gak ngerti dasarnya apa.. yang pasti bulan Agustus lalu saya mulai terpikir untuk praktekin resep camilan.


Karena Nadjwa Diet
Looh… anak diet kok malah dibuatkan camilan…? Yups… karena saya trenyuh badan kurusnya hanya diasupi panggangan moesli dan susu low fat. Maka saya harus provokasi untuk mau ‘sedikit’ mengunyah, dan tentunya camilannya sehat dan dari bahan yang kualitas bagus.
Saya beneran heran… ngapain coba Nadjwa yang sudah kurus malah diet dan tiap hari workout. Harusnya saya mommy nya yang diet.. hahaha.
Tapi ya.. walaupun diet, menu dietnya Nadjwa tetap sehat , dan tetap memberinya energy yang banyak untuk aktifitasnya .
Untuk camilan anak-anak misalnya kukis, saya menggunakan butter dan tidak terlalu manis. Untuk penggunaan telur sebisa mungkin diminimalkan. Panganan lain adalah pudding (wajib ada di kulkas), saya suka membuat pudding jagung, pudding buah (mangga, strawberry, buah naga) atau pudding coklat.


Sequelnya Isi kotak bekal
Setiap hari Nadjwa dan Galo ( sampai dengan klas XII ), selalu membawa bekal sekolah. Kesibukan saya tiap pagi yang sangat saya nikmati adalah menyiapkan bekal anak-anak yang enak, praktis, sehat, lucu, menarik di dalam kotak bekal yang juga lucu dan menarik. Hehehehe
Salah satu hobby saya adalah koleksi kotak bekal, dan anak-anak sampai geleng kepala melihat banyaknya timbunan kotak aneka warna dan bentuk di almari rak. Dan kalau ada paket untuk saya pasti mereka menebak.. ‘ paling kotak bekal…’ jawab Galo ketika ditanya Eyang.


Nadjwa Jualan Jajanan di Sekolah
Alasan ini yang paling kuat menaikan mood booster saya. Suatu hari Nadjwa minta saya untuk bikin makanan dan dijual di sekolah.
Dan saya terperanjat…
“ aku yang jualin muter kelas kelas mi.. “
Dan saya terpana…
“Tapi seribu rupiah di ambil untuk kepanitian. Khan aku sie urusan dana …”
Dan saya kagum ….
“ nahh ayoo mommy mau bikin apa…?? “
Dan saya bingung ….
“ Kata temen temenku, masakan mommy enak, bekalku menarik dan lucu.. ayo mau bikin apa…?”
Dan saya senyum-senyum ….

Alasan lain adalah karena Saya mulai sepi sendirian di rumah
Amazing bener… mereka sudah bukan anak-anak kecil lagi. Galo sudah sangat sibuk dengan urusan kuliah, banyak sekali aktivitasnya sebagai mahasiswi Arsitektur. Bahkan bisa nginap di kampus kalau sedang dikejar deadline ngumpul tugas. Si bungsu Nadjwa sejak masuk SMA juga gak kalah banyak agendanya. Bahkan weekend yang harusnya untuk istirahat, lebih sering dipakai untuk ikut kegiatan ekstra sekolah.

Sebagai ibu saya senang dengan perkembangan aktivitas mereka, tapi dampaknya saya sering bengong sendirian, gabut istilah anak-anak jaman now. Jadi daripada kena sambet.. saya mulai menyibukan diri begitu anak-anak pamit hendak bepergian. Entah itu nanem aneka macam biji bijian ,dan merawat  tanaman, bikin kue dan tentunya kesibukan harian ibu untuk bersih-bersih rumah sudah pasti gak akan habis setiap harinya. Dan oh ya.. kesukaan saya fotografi.. obyeknya ya tentu saja hasil olahan makanan saya dan kebun seuprit yang tiap hari saya rawat.


Nikmati saja situasi yang tengah saya jalani ini.. sungguh kalau mau jujur  ada saatnya kesendirian itu menyenangkan asal kita tau bagaimana memanfaatkan waktu.. Ada hal yang mendamaikan tentang kesendirian.


Friday, January 4, 2019

Graduation Day


Bismillah …

Awal tahun… 2019 is coming …. Hooray…..

Lembaran hari hari baru lagi… kisah baru… moment moment baru mendatang semoga lebih baik dari tahun kemarin. Smoga kebahagiaan, kesuksesan, kesehatan, menyertai kami ya Allah.



Ngomongin kebahagiaan .. tahun kemarin kebahagian terbesar saya adalah mengantar Nadjwa  memasuki gerbang sekolah SMA favorite pilihannya di kota untuk daftar ulang. Alangkah bangganya saya melihat hasil dari jerih payah Nadjwa untuk mewujudkan cita-citanya.

Dimulai dari setahun sebelum kelulusan SMP, si bungsu sudah giat meningkatkan kualitas belajarnya. Tak jemu banyak latihan soal. Dan saya sebagai ibunya tak perlu repot dan kerja keras untuk membimbing Nadjwa, she is very independent. Tidak ada teriakan mengingatkan belajar , ikut les atau try out. Yang ada malah saya yang kewalahan memberinya warning untuk tidak banyak-banyak pushed herself … hahaha . Takutnya disaat ujian malah drop atau sakit.

Ngomongin sakit… walaupun kekhawatiran saya sempat terjadi, yaitu Nadjwa harus opname di RS Happy Land karena muntah dan demam tinggi tapi Alhamdullilah recoverynya cepat , bahkan saat masih lemah di bed dan tahu hari itu ada ujian, dia memaksa untuk ikut meski harus pakai selang infuse di lengan.. aahh ada-ada saja Nadjwa ini.

Saya juga sering mendapati lampu ruang tengah masih menyala ketika dini hari saya nglilir … ternyata anak wedok masih asyik membuka buku pelajaran. “bentar lagi mii.. nanggung..” jawabnya ketika saya ‘paksa’ untuk tidur. Dan yang membuat saya bangga dengan sibling goal antara Galo dan Nadjwa adalah mereka saling support,  kakak sangat toleran dan menjaga adiknya. Kakak beberapa kali antar jemput adiknya untuk urusan try out atau mengantar beli perlengkapan sekolah. Dan akan mengajak adiknya jalan-jalan kalau sang adik sudah mulai sambat jenuh dan butuh refreshing.

Dan ketika tiba hari pengumuman nilai Ujian Nasional, tiada hal lain yang kami lakukan selain sujud syukur. Nadjwa terliat cukup puas dengan pencapaian hasil ujiannya. Allah mengabulkan keinginan dan doanya, untuk bisa sekolah di salah satu SMA favorite di Kota.








Moment Graduation Day SMP 4 Depok menjadi penghujung rangkaian kelulusan Nadjwa, dilaksanakan tanggal 27 Mei 2018 saat bulan Ramadhan, bulan penuh berkah. Mata saya berkabut,  air mata saya  luruh ketika melihat gadis kurus ini melangkahkan kakinya menuju mimbar. Senyum manis tersungging diwajahnya ketika menerima kalungan samir wisuda dan surat kelulusan. Terima kasih ya Allah for giving me this beautiful moment. Mommy so proud of you Nadjwa.





Thursday, November 1, 2018

Tomat pot


Salah satu tanaman yang mudah untuk dibudidayakan bagi pemula gardening seperti saya adalah bertanam tomat. Biji tomat saya dapat dari buah tomat yang sedianya bakal saya masak untuk saos spaghetti. Ada juga biji cabai merah besar dan papaya California.. Kalau lagi punya niat tinggi gini.. segala macam biji-bijian pengen ditanam. Hehehe

Tanaman tomat dapat tumbuh di segala media, terutama bagi gardening dengan kepemilikan lahan yang terbatas seperti saya. Budidaya tanaman tomat bisa dilakukan dengan metode Tanaman  Buah Dalam Pot (Tabulampot) atau hidroponik. Kali ini saya coba tanam dalam pot.





Saya skip saja cerita cara pilih benih hingga proses penanamannya ya.. pasti sudah banyak di release di web. Singkat cerita beberapa bulan kemudian , tanaman tomat tersebut berhasil berbuah. Saya tanam 2 jenis tomat beda bentuk. So Happy banget kalau tanaman yang kita semai sudah berhasil berbuah.
Gardening bagi saya benar-benar obat mujarab bagi letih lelah sepulang kantor . Dan jadi moment bonding saya dengan alam setiap week end. Setiap saya menyirami tanaman, anginpun terpanggil datang, bertiup semilir angin disertai bau tanah segar.






Friday, July 13, 2018

Semangka di Omah Cempaka

Kesukaan saya bercocok tanam kembali muncul. Tepatnya pertengahan tahun 2017, ketika itu saya beli semangka kuning di supermarket. Ternyata rasanya sangat manis . Iseng saya tanam biji semangka tersebut disamping kamar anak-anak. Ada sedikit teras dibawah tandon air. Dulu rencananya space ini untuk duduk-duduk menikmati sore ditemani secangkir kopi, tapi ternyata tidak sesuai dengan angan-angan. Jadilah area itu kosong .



3-5 hari kemudian benih yang saya tanam dalam pot kecil mulai berkecambah dan akhirnya muncul daun . Setelah saya repoting hiduplah si semangka dengan subur. Saya tertawa geli acap menengok ke nibun (singkatan dari mini kebun yaacch…. Hahaha) yang hanya terisi beberapa pot tanaman bunga dan satu pot tanaman semangka, geli bercampur sedih.. teringat rumah dan kebun OmahIjo. Terbayang saya bisa bertanam aneka sayur dan buah dihalaman omah yang luas itu.. hehehe. Tapi yang sudah berlalu sudahlah biar berlalu… sekarang di Omah Cempaka saya juga tetap bisa bertanam. Walaupun hanya 1-2 pot tanaman, karena terbatasnya lahan.



Setiap pagi saya ke nibun, membersihkan daun yang kering, menyiram tanaman dan memberi pupuk setiap seminggu sekali. Ketika sore pulang dari kantor saya mulai merasakan kembali bahagianya memandang tanaman yang tumbuh subur.. hijau.. mencium aroma tanah basah usai tersiram air hujan… hhhmmm.. I feel very alive. Recharge.. letih lelah dari bekerja kembali menumbuhkan semangat , merasa lebih fresh dan happy. Ditambah di area tempat saya bertanam selalu riuh oleh kicau burung emprit yang bertengger di tiang beton tandon air.
Someday sepulang dari kantor, anak-anak berteriak teriak menghampiri.. “ moma moma itu apa yang di pot ..?” Tanya Nadjwa sambil menarik tangan saya kearah nibun.



Saya tertawa.. selama ini saya memang tidak cerita ke anak-anak, lebih tepatnya saya sembunyikan hasil bertanam saya.
“ ini apaaa….” Nadjwa terkikik sambil menarik narik buah semangka yang baru tumbuh sebesar kepalan orang dewasa.
“Aduh jangan ditarik tarik deekkk…” sahut saya sambil mencubit pinggang Nadjwa.



“ Petik Nadj….” Galo menimpali
“…aaaa jangan…. Belum matang….” Teriak saya sambil berusaha menarik lengan kedua anak saya menjauh dari sulur sulur pohon semangka. Dan mereka tertawa tawa sambil menjulurkan lidah menghindari jangkauan saya.

Panen Pertama


Ketika akhirnya musim panen tiba.. walau hanya sebutir semangka kuning, rasanya bahagia tak terkira. Tanaman yang membuat saya semangat lagi untuk bercocok tanam ini rasanya sangat manis dan segar. Bahkan ibu juga terheran-heran ketika ikut mencicipi … “ kok iso urip yoo…legi meneh…” (artinya : kok bisa hidup dan manis )hehehehe…

Panen Kedua

Anak anak juga memuji keberhasilan momanya menumbuhkan sebutir semangka..hahaha.. dan meminta untuk menanam buah lainnya. HHmmmm… okay kids.. let’s see what moma can make a magic :D

Saturday, December 23, 2017

Flame of Irian


Akhir tahun ini lagi banyak dibicarakan spot selfie baru di kampus terpadu Universitas Islam Indonesia Jl. Kaliurang. Sebagai bagian dari keluarga besar  universitas swasta terbesar di Jogjakarta tersebut, tentu saya ikut penasaran, spot mana lagi nich yang bikin UII hits di Insta story banyak orang. Di kampus terpadu memang ada beberapa lokasi yang hits untuk dikunjungi antara lain Candi Kimpulan dan Masjid Ulil Albab.
Candi Kimpulan adalah candi yang ditemukan secara tidak sengaja oleh para pekerja yang sedang menggali pondasi untuk gedung  perpustakaan pusat. Sementara masjid Ulil Albab punya keistimewaan  sangat artistik, megah dan modern.  Yang paling dominan adalah kubah berwarna kuning cerah, sekilas, kubah ini mirip bentuk Colosseum di Roma. Dua lokasi ini sudah sangat terkenal dan menjadi spot foto yang sangat menarik.

Nah.. lokasi mana lagi nih yang hits..? Ternyata setelah dapat kiriman foto dari seorang teman yang berkantor disana, sang pembikin viral adalah dompolan bunga . !



Yupss… bunga Flame of Irian sedang serempak berbunga dikiri kanan jalan menuju komplek kampus, tepatnya diatas jembatan sungai yang terletak di depan masjid Ulil Albab.




Gak mau kalah cepat dengan pemburu spot hits, pagi-pagi hari sabtu saya punya kesempatan untuk melihat langsung indahnya bunga yang berasal dari Papua ini. Kebetulan Ilia minta diantar ke kampus karena ada acara outing.
Begitu memasuki gerbang kampus saya sudah sangat excited dan berharap sedang tidak banyak orang yang selfie on spot, hari masih pagi belum genap lonceng 7 kali. Dan ternyata benar, terlihat bunga berwarna jingga kemerahan berdompol dompol diatas pergola. Aaa…saya langsung berbinar dengan suka cita melihat keindahan seperti ini.. bunga-bunga yang sedang mekar sangat menyenangkan mata dan hati saya.



Tapi saya harus bersabar sejenak, saya harus melewati keindahan bunga tersebut untuk memutari komplek kampus dan perkantoran untuk drop off Ilia di kampus FTSP yang terletak di ujung belakang sisi kanan komplek kampus terpadu.



Setelah mengantar Ilia saya kembali ke luar komplek menuju parking lot masjid Ulil Albab . Setelah parkir mobil dan berjalan kaki menyeberang menuju pergola yang sarat oleh juntaian bunga berwarna jingga.
Tampak beberapa pekerja taman tengah menyapu halaman, dan ternyata ada beberapa orang yang sedang berfoto dibawah bunga-bunga. Waaa ada yang lebih gesit datangnya…hehehehe


Semakin dekat saya bisa melihat bunga yang berdompol-dompol ini, semakin kagum saya dibuatnya. Ya Allah begitu indah mahakaryaMu.. Bunga tersusun dalam tandan sepanjang 30 – 50 cm,  menggantung dari atap pergola dan sisi sisi bawah tiang dan bisa awet hingga 3 minggu. Flame of Irian biasa di sebut bunga kuku macan kalau di Jawa karena penampakannya memang mirip cakar harimau raksasa.


Tak mau buang waktu saya segera mengambil beberapa foto dengan Nadjwa sebagai modelnya. Semakin lama makin banyak orang berdatangan, bahkan saya beberapa kali diminta bantuan untuk mengambil foto mereka berlatar belakang flame of Irian dan kemegahan masjid Ulil Albab.


Tak cukup sekali saya dating ke kampus terpadu, hari minggunya saya kembali kesana sekalian menjemput Ilia dari kegiatan outing di luar kota.

Tuesday, September 12, 2017

Monumen Bajra Sandhi Bali


Jalan-jalan edukatif nich… heheheh… ke museum. Tepatnya Monumen Bajra Sandhi Renon. Letaknya di jantung kota Denpasar, tempatnya di daerah Renon. Menurut info Monumen ini dibangun dan didedikasikan untuk perjuangan rakyat pulau Bali.

Sampai di lokasi masih pagi, banyak penduduk lokal yang melakukan aktifitas olah raga. Kami lantas memutari halaman monument yang sangat asri dan hijau. Pantas pada betah berolah raga atau sekedar kumpul-kumpul di kawasan tersebut.



Ketika saya dan Nadjwa tengah menaiki tangga menuju tugu yang menjulang tinggi untuk sekedar foto saya diikuti 2 orang anak kecil yang terus minta untuk ikut naik dan di foto … duh saya longok-longok mencari orang tuanya , tapi tak saya temukan orang dewasa yang tengah melihat adegan kami  jongkok di lantai tangga yang cukup tinggi… saya tanya ke anak yang lebih besar dan dijawab kalau datang dengan ayah mereka dan sedang olah raga. Saya minta dia menunjuk dimana ayah mereka.. dan jari mungilnya mengarah pada seorang bapak yang mengenakan kaos warna biru .. jauuh dari posisi kami berdiri. Ya ampun pak..nii anaknya naik segini jauh gak diperhatiin. Saya lantas cepet-cepat membantu 2 bocah ini kembali turun, khawatir keselamatan mereka.



Kami bertiga lantas berjalan memutar menuju pintu depan masuk monumen. Bajra Sandhi semacam Monasnya Jakarta. Sama-sama berfungsi sebagai monumen tugu peringatan. Rancangan arsitektur dari Monumen Bajra Sandhi sangat kental dengan arsitektur khas Bali, banyak ukiran dan pahatan yang sangat unik.




Nama Bajra Sandi berasal dari kata Bajra dan Sandhi. Bajra artinya Genta dan Sandhi artinya suci. Jika dilihat dari bentuk bangunan monumen, memang terlihat seperti Genta Suci yang digunakan oleh para pendeta agama Hindu, saat mengucapkan mantra dalam upacara persembahyangan.







Bagi wisatawan Asia seperti Jepang, China, Korea, keunikan monumen Bajra Sandhi terlihat seperti Pagoda. Oleh karena itu, banyak wisatawan Asia yang mengangap monumen ini adalah Pagoda, seperti di negara mereka.