Tuesday, August 7, 2007

Jajan Pasar



Jawa, Jogja khususnya , memang istimewa. Sampai pada aneka makanan dan jajanan yang menjadi ciri dan kebanggaan masyarakatnya.

Jajan pasar tampah contohnya, adalah sajian tradisi di pulau jawa yang biasanya berisikan 7 macam jajan pasar. Berasal dari budaya sesembahan yg mengharuskan sesaji 7 rupa, tradisi ini diadaptasi oleh budaya modern menjadi lebih bebas dan kreatif. Ada yang tetap mempertahankan jumlah jenis makanannya sebanyak 7 macam, tetapi lebih banyak yang tidak lagi mengindahkan kaidah angka dan lebih memilih variasi penganan yang lebih banyak. Dalam bahasa jawa 7 artinya pitu, kependekan dari pitulungan yang artinya pertolongan atau pituturan yang artinya nasehat.

Bentuk lingkaran tampah menandakan garis yang tidak pernah putus melambangkan harapan rejeki yang tidak pernah putus pula.

Seiring berjalannya waktu, ketujuh macam penganan ini tidak lagi disajikan dalam ukuran normal, namun dalam ukuran mungil untuk menghadirkan tampilan yang manis dan mengundang selera, mudah diambil dengan tangan, ringan dan tidak mengenyangkan seperti halnya finger food di pesta cocktail modern.

Penganan yang harus ada:
Kue ku merah

Kue ku merah melambangkan kemakmuran dengan warnanya yang merah.
Kue lapis
Kue ini melambangkan rejeki yang berlapis-lapis.

Selebihnya boleh divariasikan dengan jenis jajan pasar lainnya, seperti klepon, kipo, talam, wajik, onde2, sosis solo, lemper mini, bitterballen, dan lain-lain.