Friday, October 21, 2011

Ice Cream

 
 
“…. Nah ini ni.. kalau liat iklan es cream ini mommy pasti linu….” Nadjwa ngakak sambil melihat mom yang meringis ngeliat si model lagi ngremus es cream rasa strawberry di iklan es cream walls buahvita.


“ es creamnya seger lho mom, adeq sering maem… Mau Nadjwa beliin po…?” Nadjwa mengiming-imingi menawarkan jasa, pdhal dibalik itu dedeq sendiri juga pingin dibeliin es.

Mom menggeleng sambil memegang pipi…. Ngilu ngebayangin es cream yang ditanggung rasanya kecut itu.

“ nahhhh….nahhh ato yang ini, klu yang ini mommy nggak linuuu….” Teriak Nadjwa ketika iklan es cream Magnum almond lewat dilayar kaca.

Mommy mengangguk-angguk setuju.

Hehehehehe… mommy ada-ada saja.. :-D

Es cream, sangat disukai Gallo dan Nadjwa, juga mommy tentunya. Kemana saja pergi kelompok hidangan beku yg memiliki tekstur semi padat dan memiliki nilai gizi tinggi ini selalu menjadi pilihan kudapan mereka. Mom sempat khawatir, jangan-jangan es cream bisa membuat mereka sakit batuk ato pilek . Tapi ternyata, kekhawatiran mom gak terbukti, sebab lelehan es krim yg masuk ke dalam mulut diakibatkan oleh pengaruh suhu tubuh. Oleh karena itu saat es krim masuk ke dalam kerongkongan suhunya pun sudah tidak dingin jadi nggak bikin batuk pilek….. asal makan es creamnya gak berlebihan… kalau 2 liter sehari ya dijamin bakal tepar…hehehehe

Es Cream dibuat antara lain dari lemak susu, padatan susu tanpa lemak (skim), krim, gula pasir, bahan penstabil, pengemulsi, dan pencita rasa. Sedikitnya 100 gram es krim yg berbahan susu memiliki 110-130 kalori dgn kandungan protein 2,5-3 gram dan banyak vitamin-vitamin yg baik untuk kesehatan yaitu A, C dan D. Tak hanya itu saja kandungan kalsium yg ada pada es krim juga bermanfaat untuk tulang kuat dan pencegahan osteoporosis. Selain itu berdasarkan penelitian Institute of Community Medicine, Universitas Tromso, Norwegia, dalam International Journal of Cancer, mengonsumsi 3 gelas atau lebih susu setiap hari dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara pada wanita pramenopause.

Susu sebagai bahan utama es cream tersusun dari Laktoferin, yang memiliki peran sebagai zat pertahanan tubuh non-spesifik terhadap patogen. Laktoferin juga memiliki aktivitas Antiviral, terutama terhadap cytomegalovirus, influenza, dan HIV.

Ice cream memang mengandung lemak, terutama lemak jenuh. Hal itu menyebabkan banyak orang menghindari ice cream karena takut gemuk. Padahal, kontribusi energi ice cream per takaran saji (satu cangkir) hanya sekitar 10% dari total kebutuhan energi dan kontribusi lemaknya sekitar 15% dari total kebutuhan lemak per hari. Jumlah tersebut termasuk kecil, sehingga kurang pas jika ice cream dituduh sebagai biang keladi penyebab kegemukan atau obesitas. Hmmm… jadi mom gak usah khawatir menghabiskan 1 batang maqnum nich… :-)
Komponen es cream banyak menggunakan coklat, ternyata coklat kaya akan flavonoid yang berhubungan erat dgn rendahnya angka kematian yg disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Diduga, kandungan flavonoid pada cokelat justru menjaga kesehatan jantung karena menghambat oksidasi LDL. Flavonoid pada cokelat juga berperan sebagai antioksidan yg dapat mencegah penuaan dini. Dgn memproduksi lebih banyak sitokin (protein yg diproduksi sebagai bagian dari sistem imun tubuh), maka cokelat juga bermanfaat dalam merangsang sistem kekebalan tubuh.

“ mom… ntar pulang beliin es cream itu yaa….” Ucap Nadjwa sambil menunjuk kedai es cream Häagen-Dazs di lobby depan Amplaz.

Mom pura-pura gak liat….. hohohohoho..